Impor Mobil RI Meroket 74,3%, Untungnya Ekspor Masih Berlipat

0
1272
Toyota Hiace adalah salah satu mobil yang diimpor Toyota Indonesia - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2022 lalu, total produksi mobil di Tanah Air naik 31% dibanding 2021.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas, Jumat (13/1/2023) menunjukkan, total produksi mobil sepanjang tahun itu mencapai 1.470.146 unit. Sedangkan di tahun sebelumnya, 1.121.967 unit.

Asosiasi industri itu juga mencatat, sepanjang tahun yang sama total penjualan mobil dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 1.048.040 unit. Jumlah ini naik 18,1% dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 887.202 unit.

Pada saat yang sama, penjualan mobil dari diler ke konsumen (ritel) mencapai 1.013.582 unit. Total penjualan ini bertambah banyak 17,4% dibanding tahun 2021, yang masih sebanyak 863.348 unit.

Pikap Daihatsu Gran Max , salah satu mobil yang diekspor Daihatsu Indonesia – dok.Istimewa

“Sebagian mobil yang terjual berasal dari impor, karena mobil-mobil itu tidak diproduksi di dalam negeri. Penjualan seperti ini lumrah terjadi, di negara manapun, karena ini menyangkut kebutuhan dan selera konsumen yang tentunya juga menjadi peluang bagi industri,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Fakta data berbicara, total impor mobil utuh (CBU) Indonesia selama 2022 mencapai 83.298 unit. Jumlah ini meroket 74,3%, dibanding tahun sebelumnya yang masih sebanyak 47.779 unit.

Beruntungnya, ekspor mobil Indonesia baik CBU maupun terurai (CKD) yang dibukukan semua pabrikan jauh lebih banyak. Total ekspor mobil CBU  mencapai 473.602 unit, melonjak 60,7%, dan ekspor mobil CKD 596.541 unit. (Jrr/Aa)