Jakarta, Mobilitas – Fenomena micro sleep alias “tertidur sesaat” atau kesirep akibat rasa kantuk tak tertahankan, sampai saat ini masih menjadi penyebab kecelakaan terbesar lalu-lintas pengguna kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Tak terkecuali saat mudik Lebaran.
Menurut Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC), Lilik Andi Baryono, rasa kantuk pengemudi muncul akibat kelelahan fisik maupun psikis. Ketika orang kesirep itu, maka syaraf sensorik dan motoriknya tidak berfungsi penuh, karena kesadaran “hilang”.
“Tentu ini sangat berbahaya, karena kontrol atas kendaraan hilang. Terlebih kendaraan melaju kencang. Sementara, di saat yang sama, di jalan banyak kendaraan yang belum siap dengan kemungkinan bahaya yang muncul dari kita, ” ungkap Lilik saat ditemui Mobilitas di sela diskusi bertema keselamatan berkendara saat mudik Lebaran, di Jakarta,belum lama ini.
Oleh karena itu, Lilik menyarankan – jika pengemudi sudah merasa mengantuk – untuk menepikan kendaraan dan istirahat. Jika rasa kantuk itu hanya sedang, pengemudi bisa melakukan “peregangan”.

“Peregangan bisa dilakukan dengan senam ringan, dengan jalan di sekit r mobil. Kemudian membasuh muka dan minum kopi. Itu sudah cukup untuk menyegarkan kembali tubuh dan mengusir rasa kantuk. Tetapi jika rasa kantuk tersebut sudah teramat sangat hrus tidur atau istilahnya Power Nap, ” tandas Lilik.
Menurut Lilik, ada tiga jenis power nap. Pertama nano nap, yakni tidur sejenak dengan durasi sekitar 5 menit. Kedua, mini nap, yaitu tidur dengan durasi 15 menit.
“Dan yang ketiga power nap normal, dimana tidur dengan durasi 30 menit. Cara ini merupakan mertode yang sehat untuk mengembalikan kebugaran dan menghindarkan micro sleep atau kesirep yang membahayakan. Jangan memaksakan diri jika mengantuk, ” tegas Lilik.
Dia juga mewanti-wanti agar merencanakan waktu perjalanan dengan baik. Selain itu istirahat yang cukup, banyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan berserat sebelum berangkat melakukan perjalanan. (Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












