Jakarta, Mobilitas – Permintaan dari segmen ritel yakni pengusaha perorangan dari berbagai sektor usaha serta dari segmen fleet atau korporat khususnya dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk operasional logistik Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) menjadi pemicu kenaikan penjualan truk Mitsubishi Fuso di Indonesia di periode Januari – Mei 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (17/6/2026) menyebut, lonjakan penjualan truk Mitsubishi Fuso yang dipasarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) itu terjadi dalam penjualan grosir dri pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel). Besaran lonjakan penjualn mencapai 46 persen lebih.
Fakta data berbicara, di periode lima bulan pertama 2026 itu, total wholesales truk Mitsubishi Fuso mencapai 13.459 unit. Jumlah tersebut melonjak hingga 46,5 persen dibanding total wholesales yang dibukukannya pada periode sama di tahun 2025.
Sementara, total penjualan ritelnya sebanyak 13.903 unit, melonjak hingga 46,1 persen dibanding periode Januari – Mei 2025. Menariknya, ternyata total penjualan ritel ini jauh lebih banyak ketimbang wholesales, dengan kata lain tidak ada unit truk yang tersimpan berlama-lama di dealer, semua langsung dikirim ke konsumen karena kencangnya permintaan.

Salah satu pejabat Gaikindo yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (17/6/2026), menyebut tingginya permintaan truk Fuso berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk operasional logistik Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes).
“Kan Fuso Indonesia, kalau enggak salah dapat pesanan 20.600 unit truk dari Agrinas. Tentu menopang penjualan yang kuat. Selain itu, kendaraan niaga khususnya truk di periode ini banyak permintaan khususny untuk logistik sektor pangan dan manufaktur pengolahan pangan maupun industri jasa pengiriman barang. Itu terbukti dari data Bank Indonesia yang menyebut sektor konsumsi rumah tangga di kuartal empat 2025 tumbuh 5,11 persen dn menyumbang 52,38 persen ke PDB. Lalu di kuartal pertama 2026, konsumsi ini tumbuh 5,22 persen dan menyumbang ke PDB 52, 14 persen,” papar dia.
Sedangkan, keterangan di situs resmi Agrinas yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (17/6/2026) menyebut hingga awal Juni 2026, PT Agrinas Pangan Nusantara telah merampungkan pembangunan 12.232 gerai Kopdes. Dari jumlah itu 1.061 unit diantaranya telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
PT Agrinas mematok rencana untuk membangun 80.000 titik Kopdes di seluruh Indonesia. Semua Kopdes tersebut ditargetkan telah beropersi penuh pada tahun 2029 nanti. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











