Pedia

Peneliti Cina Berhasil Bikin Baterai Solid State, Cas hingga Penuh Cukup 3 Menit

×

Peneliti Cina Berhasil Bikin Baterai Solid State, Cas hingga Penuh Cukup 3 Menit

Share this article
Baterai Solid State Lithium Metal - dokIstimewa via Linkedin

Beijing, Mobilitas – Republik Rakyat Cina terus berupaya tetap menjadi pemimpin kemajuan teknologi kendaraan listrik di dunia. Kini, kabar terbaru menyebut para peneliti di Negeri Tirai Bambu itu mengaku telah berhasil mengembangkan baterai jenis solid-state lithium-metal.

Laporan Carnewschina dan Journal of the American Chemical Society yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (23/5/2026) menyebut peneliti Chinese Academy of Sciences mengklaim baterai solid-state lithium-metal hasil pengembangannya itu berdaya ultra tinggi yang mampu terisi penuh hanya dalam sekitar tiga menit.

“Baterai ini mencapai kepadatan energi 451,5 Wh/kg, jauh di atas rata-rata baterai lithium ferro phosphate (LFP) yang kini banyak digunakan pabrikan. Karena baterai itu memiliki kepadatan di kisaran 200 Wh/kg, ” bunyi keterangan hasil pengembangan para peneliti yang diterbitkan di Journal of the American Chemical Society.

Proses pengembangan baterai Solid State Lithium Metal- dok.Georgia Research Tech

Keungggulan lainnya, baterai tetap stabil hingga 700 siklus pengisian ultra cepat dengan tingkat retensi kapasitas mencapai 81,9 persen. Terlebih, elektrolit polimer berbasis polyvinylidene fluoride (PVDF) baterai itu sangat menjanjikan untuk baterai solid-state namun terkendala stabilitas elektrokimia.

Selain pengisian ultra cepat, para peneliti juga menguji pouch cell berskala ampere-hour dengan anoda lithium metal tipis yang mencapai kepadatan energi 451,5 Wh/kg. Hasilnya, baterai itu lolos uji nail penetration, yang biasa digunakan untuk mengukur keamanan internal baterai terhadap risiko kebakaran atau thermal runaway.

Hasil ini sekaligus memperkuat posisi Cina di perlombaan teknologi baterai solid-state global. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id