Jakarta, Mobilitas – Angkutan truk merupakn tulang punggung bisnis logistik yang menjadi jantung kegiatan ekonomi nasional.
Dengan pengggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) campuran solar dengan minyak nabati 50 persen (B50) pengusaha memikirkan tambahan ongkos operasional untuk penyesuaian dengan BBM baru. Terlebih kompabilitas truk juga menjadi kekhawatiran.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (23/5/2026) menegaskan para pelaku usaha angkutan truk mendukung kebijakan pemerintah untuk mandatori penggunaan BBM B50 dengan tujuan keberlanjutan lingkungan serta penghematan anggaran. Namun, aspek kesiapan teknolog yang ada di truk milik pengusaha saat ini juga perlu diperimbangkan karena armada truk yang ada saat ini mayoritas berusia tua.
“Jangan sampai kebijakan tersebut justru membebani sektor logistik nasional yang merupakan tulang punggung distribusi barang di Indonesia,” papar Gemilang, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Gemilang tidak semua armada truk yang ada saat ini memiliki tingkat kompatibilitas yang tidak sama terhadap penggunaan biodiesel dengan campuran tinggi. “Terutama yang menyangkut performa mesin, sistem pembakaran, filter bahan bakar, hingga biaya perawatan,” ujar Gemilang.

Dia mengatakan dari total sekitar 6,4 juta unit truk nasional, sebanyak 65 persen armada truk nasional berusia di atas 20 tahun, hal ini menjadikan biaya logistik makin mahal. Terlebih jika harus sering menggnti filter BBM akibat pengggunaan BBM B50.
Oleh karena itu, Gemil ang meminta memperhatikan upaya pengusaha untuk meremajakan armada truk mereka. Salah satunya dengan memberikan insentif dalam peremajaan itu.
“Patut diingat, dalam kegiatan logsitik itu, 90 persen mengggunakn truk sebagai angkutan karena faktor fleksibilitas secara end to end. Dan logistik itu penopang aktifitas konsumsi, baik konsumsi masyarakat, industri manufaktur dana jasa, hingga konsumsi pemerintah. Sektor konsumsi penyumbang 40 persen lebih pertumbuhan ekonomi nasional,” tandas Gemilang.
Sekadar informasi, mandatori penggunaan BBM B50 mulai efektif 1 Juli tahun ini. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












