London, Mobilitas – Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin Lagonda Global Holdings plc di tahun 2025 lalu membukukan anjloknya penjualan dan pendapatan. Kini di tahun 2026 ini, pabrikan yang Gaydon, Inggris, berencana memangkas jumlah (PHK) 20 persen karyawannya.
Data laporan keuangan perusahaan yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat ( 27/2/2026) menunjukkan di tahun 2025 tersebut Aston Martin melego 5.448 unit mobilnya. Jumlah itu merosot 10 persen dibanding tahun 2024. Sementara, pendapatan yang diraupnya 1,258 juta poundsterling, anjlok 21 persen dibanding tahun 2024.
Sedangkan laporan The Guardian yang dinukil Mobilitas menyebut produsen mobil yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh miliarder Kanada Lawrence Stroll itu menyatakan akan memangkas sekitar 500 karyawan.

Keputusan itu menyusul langkah serupa pada awal tahun lalu yang telah mem-PHK170 pekerja sebagai bagian dari penyesuaian operasional perusahaan. “Program terbaru ini pada akhirnya akan berdampak pada kepergian hingga 20 persen dari tenaga kerja kami yang berharga,” tulis pernyataan resmi manajemen Aston Martin.
Aston Martin mengakui tekanan terhadap kinerja perusahaan dipicu oleh hambatan perdagangan akibat kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) serta melemahnya permintaan pasar. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











