Seoul, Moblitas – Anjloknya penjualan mobil Hyundai tersebut turut memberi kontribusi melorotnya total penjualan (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada di Korea Selatan) di periode sembilan bulan pertama atau Januari – September 2026.
Data Asosiasi Importir dan Distributor Mobil Korea (KAIDA) dan Asosiasi Dealer Mobil Korea (KADA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (12/10/2026) menunjukkan di kurun waktu tersebut, total jumlah mobil yang terlego di Negeri Ginseng itu mencapai 1.228.524 unit. Jumlah itu merosot 2,4 persen dibanding total penjualan selama periode sama di tahun lalu.
Fakta berbicara, di rentang waktu itu, merek lokal (yang terdiri dari Kia, Hyundai Motors, KG Mobility/SsangYong, GM Korea) total penjualannya turun. Totalnya 948.814 unit, merosot 8,2 persen dibanding periode sama di 2025.
Sedangkan merek asing – antara lain Toyota, Honda, Mercedes-Benz, BMW, Tesla, BYD dan beberapa lainnya – penjualannya justru naik. Totalnya 279.710 unit, melonjak 24,2 persen dibang penjualannya selama sembilan bulan pertama di tahun 2025.
Ternyata, penjualan mobil Hyundai – di saat yang sama – anjlok. Data menyatakan di periode Januari – September 2026 itu mobil Hyundai yang terlego di negerinya sendiri 385.440 unit, anjlok 13,8 persen dibanding kurun waktu yang sama di tahun 2025.
Sedangkan pabrikan asal Shenzhen, China – Build Your Dreams (BYD) – penjulannya justru meroket 578,7 persen dibanding periode sama di tahun lalu, totalnya 20.137 unit. Seperti diketahui, pabrikan besutan Wang Chuanfu itu masuk ke pasar Korea Selatan sejak tahun 2016.
Namun, pada saat awal itu, BYD masih memasarkan kendaraan komersial seperti bus listrik, truk 1 ton, dan forklift. Setelah sembilan, pada 2025, BYD masuk ke segmen mobil penumpang, pada 16 Januari 2025 pabrikan itu meluncurkan model BYD Atto 3, BYD Seal, dan BYD Sealion 7. (Din/Aa)
