Jakarta, Mobilitas – Total penjualan kumulatif selama Januari hingga September 2026 tersebut setara dengan 78,4 persen dari total penjualan yang ditargetkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) untuk tahun ini, yang sebanyak 6,4 - 6,7 juta unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis Kamis (8/10/2026) menunjukkan di periode sembilan bulan pertama 2026 itu, jumlah sepeda motor (motor) yang terjual sebanyak 5.016.421 unit. Jumlah tersebut naik 3,71 persen dibanding penjualan yang tercetak di periode yang sama tahun lalu, yang sebanyak 4.836.891 unit.
Sementara, di bulan September saja, sebanyak 654.343 unit. Total jumlah penjualan di bulan kesembilan itu meningkat 15,37 persen dibanding penjualan selama bulan September 2025 yang sebanyak 567.173 unit.
Selain itu, penjualan di bulan kesembilan 2026 itu juga meningkat dibanding bulan sebelumnya atau bulan Agustus 2026. Sebab di bulan kedelapan itu, total penjualan masih sebanyak 596.461 unit.
Melihat tren kinerja bulanan tersebut, pengamat industri kendaraan bermotor Rizal Febriansyah menyebut target 6,4 juta unit bakal tercapai. Sebab, jika rata-rata per bulan 500.000 unit maka total penjualan kumulatif tiga bula yang tersisa di tahun ini (Oktober, November, dan Desember) mencapai 1,5 juta unit.
“Total penjualan 1,5 juta unit itu akan tercapai mengingat pengalaman selama ini, orang akan membeli motor di akhir tahun untuk bisa mendapat jatuh tempo tahun pembayaran pajak yang panjang. Di akhir tahun pula biasanya dealer juga obral program promo,” ungkap Rizal yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis Kamis (8/10/2026).
Terlebih, lanjut Rizal, di tengah tren harga BBM yang mahal, banyak orng yang beralih ke motor untuk transportasi untuk berhemat. Sebab, daya beli kelas menengah ke bawah masih tertekan karena biaya hidup bertambah mahal, tetapi pendapatan tetap.
“Jadi, pasar motor itu bisa tetap masih tumbuh secara konstan karena ada subtitusi. Di saat daya beli turun, tetap saja ada orang yang beli karena untuk solusi menyiasati ongkos transportasi dalam mobilitas rutin yang masih mahal,” tandas Rizal. (Swe/Aa)
