⌂ Beranda › Bisnis › Penjualan Ritel Mobil di Januari – September 2026 Naik 15,4 Persen, Ternyata Ini Pemicunya
Bisnis

Penjualan Ritel Mobil di Januari – September 2026 Naik 15,4 Persen, Ternyata Ini Pemicunya

Penjualan Ritel Mobil di Januari – September 2026 Naik 15,4 Persen, Ternyata Ini Pemicunya
BAIC BJ30 Hybrid dibanderol Rp 499 juta untuk tipe FWD dan Rp 575 juta untuk tipe AWD - dok.Mobilitas
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas – Selama periode Januari hingga September atau sembilan bulan pertama 2026 itu, bukan hanya penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) saja yang melonjak dibanding periode sama di tahun lalu, tetapi juga penjualan secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (8/10/2026) menunjukkan selama rentang waktu itu, total wholesales mobil di Tanah Air sebanyak 679.020 unit. Jumlah itu melonjak 21 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang sebanyak 561.405 unit.

Sementara, total penjualan ritelnya mencapai 676.223 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut melonjak 15,4 persen dibanding kurun waktu Januari – September 2025 yang masih sebanyak 585.926 unit.

Fakta data juga berbicara, selama bulan September saja, wholesales mobil di Bumi Nusantara ini mencapai 79.540 unit. Jumlah grosir itu melonjak 28,1 persen dibanding wholesales pada September 2025 yang sebanyak 62.090 unit.

Sedangkan penjualan ritelnya mencapai 81.243 unit. Total penjualan eceran itu menanjak hingga 27,4 persen dibanding penjualan selama bulan yang sama di tahun lalu yang sebanyak 63.766 unit.

“Banyaknya model baru yang ditawarkan brand-brand yang ada sangat berdampak terutama, segmen kendaraan elektrifikasi, baik listrik murni maupun hybrid. Kita lihat beberpa brand baru masuk Indonesia di tahun ini. Dan yang tidak kalah besar dampkanya adalah beberapa pameran yang digelar seperti GIIAS series, maupun relaksasi dari lembaga pembiayaan,” ungkap Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Namun, peneliti senior Indonesia Economic and Public Policy Studies, Achmad Faisal Fanani yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (8/10/2026). menyebut meski terjadi peningkatan penjualan di periode sembilan bulan pertama 2026, market size mobil Indonesia tidak membesar. Dia memprediksi total penjualan masih di bawah 900.000 unit hingga akhir tahun.

“Masih di kisaran 800 ribu – 850 ribu unit. Pertambahan pembeli baru masih minim, pembeli mobil masih didominasi wajah lama yang berganti mobil. Segmen LCGC yang menjadi cerminan pembeli baru karena didominasi oleh first buyer masih lemah. Ini dikarenakan daya beli kelas menengah lapis tengah dan bawah masih lemah. Beruntung penjualan kendaraan niaga naik karena dipicu permintaan pemerintah untuk operasional program, seperti truk dan pick up,” papar Faisal. (Anp/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru