Jakarta, Mobilitas – Padahal, di bulan sebelumnya atau Juni 2026 total penjualan mobil Neta dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel mobil merek asal Shanghai, China, itu masih anjlok, dan penjualan ritelnya secara kumulatif di periode Januari – Juni anjlok lebih dari 50 persen.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (1/9/2026) memperlihatkan di bulan Juli 2026 mobil Neta yang terjual ke konsumen Indonesia sebanyak 150 unit. Jumlah tersebut meroket hingga 383,9 persen dibanding total penjulan ritel di bulan yang sama pada tahun lalu.
>>> Pabrikan Ban Asal China Investasi Rp 4 Triliun di RI, Begini Potensi Cuannya
Sementara, di bulan sebelumnya atau bulan Juni, total penjualan ritel mobil Neta yang dipasarkan oleh PT Neta Auto Indonesia masih sebanyak 47 unit. Jumlah penjualn eceran ke konsumen itu anjlok hingga 19 persen.
Fakta ini membuktikan kinerja penjualan ritel mobil Neta di Indonesia hingga Juli di tahun 2026 ini berada di tren peningkatan. Meski secara kumulatif di rentang waktu Januari – Juli masi merana.
Data berbicara, selama periode tujuh bulan pertama tersebut, total penjualan ritel mobil Neta sebanyak 301 unit. Jumlah ini masih anjlok 12,8 persen dibanding total penjualan ritel selama periode sama di tahun 2025.
>>> GIIAS 2026 Bandung Siap Digelar 9 -13 September, Hadirkan Sejumlah Merek Global Baru
Tetapi pencapaian penjualan ritel tujuh bulan pertama ini juga lebih baik dibanding periode enam bulan pertama alias semester pertama. Sebab di periode paruh pertama 2026 tersebut total penjualan ritel Neta sebanyak 151 unit, anjlok 51,9 persen dibanding kurun waktu yang sama di 2025.
>>> Permintaan Ban Mobil di RI Semester I 2026 Masih Meningkat, Dipicu Faktor Ini
Terlebih dibanding total penjualan grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales selama Januari – Juli 2026, dimana totalnya hanya 116 unit, anjlok 73,2 persen dibanding tujuh bulan pertama 2025. Sekadar informasi, total wholesales pada bulan Juli di periode tujuh bulan ini nihil alias kosong tidak ada penjualan sehingga anjlok 100 persen dibanding Juli tahun lalu. (Jrr/Aa)
