Jakarta, Mobilitas – PT Agro Nusantara Halid (PT Nusantara Halid) didirika oleh mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nurdin Hlid di bawah payung Nusantara Halid Group (NH Group) pada 27 Juli 2015.
Keterangan resmi NH Group yang disitat Mobilitas di Jakarta, Minggu (18/4/2026) menyebut NH Group) bekerja sama dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) mengajak Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) untuk merelokasi pabrik truk, alat berat dan tongkang listrik dari Changzhou, Cina ke Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten. Nili investasi pendirian pabrik baru itu mencapai Rp 10 triliun.
Disebutkan NH Group bersama para mitranya telah menmbeli lahan industri seluas 8 Ha dari PT. Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dengan pada tanggal 26 Februari 2026. Lahan tersebut akan diperluas menjadi 50 Ha untuk pabrik truk, alat berat dan tongkang listrik dengan investasi tanah senilai Rp 1,2 triliun.

“NH Group juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China menyuplai baterai untuk CKMM,” ungkap Direktur Utama PT. Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid.
PT Nusantara Halid menegaskan saat ini pihaknya juga tengah dalam proses negosiasi dengan pabrik baja Hunan Iron & Steel Group (HISG) untuk membantu PT. Krakatau Steel mengimpor besi baja murni yang akan diolah menjadi bahan baku truk listrik, alat berat dan tongkang. HISG yang berdiri 1997 dikenal sebagai perusahaan terbesar di Provinsi Hunan dengan kapasitas produksi baja 30 juta ton per tahun. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












