Bisnis

Penjualan Mobil di RI Januari – Mei 2026 Naik, Tapi Pasar Tak Tambah Besar

×

Penjualan Mobil di RI Januari – Mei 2026 Naik, Tapi Pasar Tak Tambah Besar

Share this article
Ilustrasi, Suzuki New Carry Pick Up - dok.PT SIS

Jakarta, Mobilitas – Kenaikan penjualan selama lima bulan pertama (Januari – Mei) 2026 itu terjadi dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel. Meski secara jumlah, masih jauh di bawah pencapaian selam periode Januari – Mei 2023.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (10//6/2026) menunjukkan penjualan wholesales sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Jumlah ini meningkat 12,8 persen dibanding periode sama pada tahun 2025 lalu yang sebanyak 316.981 unit.

Sebelumnya, selama dua tahun berturut, yakni di tahun 2025 dan 2024, total wholesales periode lima bulanan (Januari – Mei) itu merosot. Pada tahun 2025 misalnya, total wholesales Januari – Mei itu turun 5,5 persen dibanding wholesales di kurun waktu yang sama di 2024 yang sebanyak 335.405 unit unit.

Padahal total wholesales di lima bulan pertama 2024 itu juga sudah merosot hingga 21 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Sebab di Januari – Mei 2023, total wholesales masih sebanyak 423.404 unit.

Ilustrasi, Aion UT di GIIAS 2025 – dok.Mobilitas

Tren seperti ini, ternyata juga terjadi dalam penjualan eceran ke konsumen alias penjualan ritel. Di periode lima bulan pertama 2026 ini, total penjualan ritel sebanyak 359.490 unit, naik 8,8 persen dibanding penjualan selama periode sama di 2025 yang sebanyak 330.486 unit.

Tetapi, total penjualan eceran ke konsumen di lima bulan pertama 2025 itu ternyata sudah merosot 9,2 persen dibanding kurun waktu yang sama di 2024 yang masih sebanyak 361.698 unit. Padahal total penjualan ritel di lima bulan pertama 2024 itu sudah anjlok 14,4 persen dibanding periode Januari – Mei 2023 yang sebanyak 422.514 unit.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (10//6/2026) menyebut fakta penjualan mobil – baik wholesales maupun penjualan ritel – itu menunjukkan meski di lima bulan tahun 2026 ini naik, tetapi kondisi pasar alias market size tidak tumbuh.

“Buktinya, total jumlah penjualan itu masih di bawh tahun 2023. Dan pertumbuhn penjualan di tahun ini dipicu oleh masuknya brand-brand baru. Khususnya yang menawarkan mobil listrik. Banyak konsumen yang switching atau pindah dari mobil konvensional ke mobil listrik. Dan itu second car, dan pembeli mobil listrik ini kelompok yang punya duit dan sudah punya mobil. Ini bukti, kemunculan konsumen baru tidk tumbuh. Coba lihat first buyer pembeli LCGC kan turun totalnya, ,” papar Nailul. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id