Sedikit Mundur, Pembangunan Pabrik Bus Listrik Foxconn di RI Dimulai Awal 2023

0
1379
Ilustrasi, bus listrik Model T yang dikembangkan Foxxcon dan dalam balutan karoseri besutan Cakra Karoseri - dok.Karoseri Cakra

Jakarta, Mobilitas – Awalnya, pabrikan asal Taiwan itu menjadwalkan pembangunan dimulai akhir 2022.

Namun, seperti diungkap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, peletakan batu pertama proyek pengembangan ekosistem kendaraan listrik itu dimulai Januari 2023.

“Mereka akan memulai groundbreaking di awal tahun depan. Mereka akan masuk di ekosistem kendaraan mobilnya terutama bus, yang kedua mereka akan melakukan investasi di ekosistem baterai mobilnya,” ungkap Bahlil dalam keterangan resmi yang diterima Mobilitas, di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Sebelumnya, dalam keterangan mellaui video, Rabu (16/11/2022) Bahlil mengatakan, sedianya Foxconn berencana merealisasi pembangunan pabrik di kuartal keempat 2022. Namun, proses studi kelayakannya ternyata masih belum rampung, sehingga diputuskan pembangunan itu dimulai pada Januari tahun depan.

Pembangunan pabrik bus listrik yang merupakan tahap pertama dalam pengembangan ekosistem oleh Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau Foxconn. Tahap kedua, produksi baterai listrik, dan tahap ketiga pengembangan Information and Communication Technology (ICT).

Konsep bus listrik Foxconn – dok.Istimewa

Kehadiran bus Foxconn sejatinya telah terjadi di Indonesia sudah beberapa bulan lalu. Bus listrik yang diserahkan oleh Foxconn bersama mitranya Indika Energy itu diserahkan ke pemerintah melalui Menteri Bahlil pada Senin (14/11/2022), untuk keperluan transportasi selama perhelatan KTT G20 di Bali, 15 – 16 November 2022.

Jumlahnya ada lima unit. Bus Model T yang merupakan jenis big bus loe deck itu sebelum digunakan telah mendapatkan sentuhan karoseri dari PT Beladi Cakra Persada (Karoseri Cakra) Bogor untuk disesuaikan dengan kondisi maupun regulasi Indonesia.

Menurut Bahlil, sejatinya 20 tahun lalu Foxconn sudah ngebet ingin berinvestasi di Tanah Air. Bahkan, kala itu Chairman Foxconn Young Liu satang ke Indonesia dan ingin merealisasikan investasinya, namun langkah itu urung terjadi karena ada sejumlah persoalan yang belum selesai mulai dari kepastian lahan, insentif, perizinan, dan fasilitas lainnya. (Din/Aa)