Mobility

TMMIN Gandeng CATL Produksi Baterai Listrik di RI, Fokus untuk Mobil Hybrid

×

TMMIN Gandeng CATL Produksi Baterai Listrik di RI, Fokus untuk Mobil Hybrid

Share this article
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto dan Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam bersama Executive President of Japan Business Group CATL Ni Zheng (tengah) - dok.TMMIN

Jakarta, Mobilitas – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersepakat dengan produsen baterai listrik terbesar di dunia asal Republik Rakyat Cina – Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) – mengembangkan produksi baterai kendaraanelektrifikasi di Indonesia.

Keterangan resmi PT TMMIN yang diterima Mobilitas di Jakarta, Selasa (21/4/2026) menyebut TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun dalam kerjasama yang difokuskan pada pengembangan produksi baterai hybrid di dalam negeri itu. Peresmian kerjasama itu dilakukan dalanm Public Announcement TMMIN di NICE PIK 2, Senin 20 April 2026.

“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.

Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, lanjut Nandi, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi baterai sel dan modul di dalam negeri, sebut Nandi, Indonesia dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, mengurangi ketergantungan impor.

Proses produksi mobil Toyota berteknologi hybrid di pabrik milik PT TMMIN – dok.TMMIN

Selain itu, memperkuat industri otomotif, dan mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya untuk pasar global. “Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh kedua 2026,” tandas dia.

Sekadar informasi, data SNE Research yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (21/4/2026) menyebut di tahun 2025 kemarin CATL menggenggam 39,2 persen pangsa pasar baterai dunia. Dia sekaligus mempertahankan posisi juara produsen baterai di dunia selama sembilan tahun berturut-turut.

Di tahun itu, CATL mencatatkan pencapaian baru dengan kapasitas produksi baterai lithium mencapai 772 GWh. Total pengiriman baterai di tahun itu mencapai 661 GWh.

Sedangkan di kuartal pertama 2026, CATL membukukan penjualan baterai 200 GWh. Dengan penjualan sebanyak itu, perusahaan membukukan pendapatan 129,13 miliar yuan dan kenaikan laba bersih hingga 48,52 persen menjadi 20,74 miliar yuan. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id