Jakarta, Mobilitas – Padahal di periode Januari hingga Maret atau kuartal pertama 2026 itu, total penjualan mobil (gabungan semua model dari seluruh merek yang ada), baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran alias penjualan ritel masih meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (14/4/2026) menunjukkan secara kumulatif sepanjang kuartal I 2026, wholesales mobil di Indoneia mencapai 209.021 unit. Jumlah tersebut meningkat 1,7 persen dibanding periode yang sama di tahun 2025 yang sebanyak 205.539 unit.
Sementara itu, penjualan ritel pada saat yang sama tercatat sebanyak 211.905 unit. Total penjualan eceran tersebut naik tipis 0,5 persen dibanding total penjualan ritel di periode Januari – Maret 2025 yang masih sebanyak 210.766 unit.

Namun, ternyata wholesales maupun penjualn ritel mobil Toyota yang dijajakan oleh PT Toyota Astra Motor (PT TAM) anjlok. Fakta berbicara, di tiga bulan pertama 2026, total wholesales mobil Toyota sebanyak 60.584 unit, anjlok 12,1 persen dibanding total wholesales di periode sama pada tahun 2025.
Sedangkan total penjualan ritelnya, sebanyak 64.416 unit. Jumlah penjualan eceran mobil Toyota ke konsumen tersebut anjlok hingga 5,7 persen dibanding periode kuartal pertama 2025.
Data juga bercerita, di bulan Maret saja, wholesales dan penjualan ritel mobil Toyota Indonesia juga jeblok. Total wholesales-nya 17.984 unit (anjlok 20 persen dibanding Maret 2025), dan penjualan ritelnya 19.538 unit yang juga anjlok, bahkan hingga 20,3 persen dibanding Maret 2025. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












