Beijing, Mobilitas.id - Voyah membawa Passion S ke sebuah terowongan di China untuk menjalani aksi yang jauh dari pengujian SUV listrik pada umumnya. Mobil tersebut dipacu hingga menempuh putaran 360 derajat melalui dinding dan atap terowongan sebelum kembali ke permukaan jalan.
Aksi itu menghidupkan kembali atraksi serupa yang pernah dilakukan Michael Schumacher menggunakan Mercedes-Benz SLS AMG pada 2010. Bedanya, rekaman mentah dari percobaan Voyah memperlihatkan proses yang tidak semulus video resmi yang lebih dulu beredar.
Passion S sendiri baru resmi diluncurkan pada akhir pekan lalu setelah foto dan spesifikasinya beredar selama beberapa bulan. Voyah memilih mempertontonkan aksi ekstrem tersebut berdekatan dengan peluncuran SUV listrik yang disiapkan sebagai pesaing Xiaomi YU7.
Video Voyah Passion S sempat dicurigai hasil rekayasa
Rekaman resmi memperlihatkan Passion S menyelesaikan satu putaran penuh dengan sangat mulus. Mobil kemudian melaju keluar dari terowongan tanpa kerusakan yang terlihat pada bodinya.
Hasil yang terlampau bersih itu justru memancing keraguan di internet. Sejumlah pengguna menduga adegan tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau manipulasi visual.
Situasinya berubah setelah video lain muncul di Weibo. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah prototipe Passion S yang masih menggunakan kamuflase mencoba manuver serupa, tetapi gagal mempertahankan lintasan dan jatuh ke jalan.
Voyah kemudian merilis rekaman mentah tanpa penyuntingan dari aksi yang berhasil. Tayangan tersebut memastikan mobil memang melakukan putaran penuh di dalam terowongan, sekaligus memperlihatkan detail yang tidak tampak dalam video promosi.
Passion S masuk lintasan dengan kecepatan 130 km per jam
Dalam percobaan yang berhasil, Passion S memasuki ramp dengan kecepatan sekitar 130 km per jam. Momentum itu membawa SUV listrik tersebut menaiki dinding terowongan, berada dalam posisi terbalik, lalu turun kembali menuju jalan.
Namun, ban mobil tampaknya sempat kehilangan kontak dengan permukaan ketika Passion S berada di bagian atas lintasan. Setelah melewati posisi terbalik, roda menghantam bagian ramp menurun dengan cukup keras sebelum mobil akhirnya menyelesaikan putaran.
Dampak manuver tersebut juga terlihat pada bagian bawah sudut bumper depan. Komponen itu mengalami benturan ketika mobil meninggalkan ramp curam dan kembali ke permukaan jalan.
Kondisi tersebut berbeda dengan adegan penutup dalam video yang sudah disunting. Pada tayangan resmi, Passion S terlihat keluar dari terowongan dengan bodi tetap mulus dan tanpa bekas benturan.
Perbedaan itu mengindikasikan bahwa bagian akhir video tidak menggunakan unit yang sama dengan mobil yang benar-benar menyelesaikan loop. Meski begitu, rekaman mentah memperlihatkan putaran 360 derajat tersebut memang dilakukan dengan kendaraan nyata.
Voyah Passion S punya tenaga 637 hp
Di balik aksi terowongan tersebut, Passion S akan dipasarkan dengan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 81 kWh dan 98 kWh. Seluruh variannya menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt.
Voyah mengklaim baterai dapat diisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam 10 menit. SUV listrik ini tersedia dalam konfigurasi penggerak roda belakang maupun penggerak semua roda.
Spesifikasi yang telah diungkap lebih lengkap saat ini adalah varian dual-motor. Sistem tersebut menghasilkan tenaga 637 hp dan torsi 765 Nm, dengan akselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 4,5 detik.
Model berpenggerak roda belakang diklaim mampu menempuh jarak hingga 740 km berdasarkan standar CLTC. Sementara itu, versi penggerak semua roda memiliki jarak tempuh yang diklaim mencapai 630 km dalam sekali pengisian.
Voyah menetapkan harga Passion S mulai 229.900 yuan hingga 279.900 yuan. Rentang tersebut setara sekitar 608 juta Rupiah hingga 740 juta Rupiah.
