Jakarta, Mobilitas – PT Hino Motors Sales Indonesia sepanjang tahun 2025 kemarin masih membukukan kenaikan penjualan suku cadang kendaraan niaga, meski di tengah tantangan berat yakni maraknya peredaran suku cadang imitasi dan palsu.
After Market Marketing Division Head PT HMSI, Suyadi, saat ditemui Mobilitas di sela-sela berbuka puas di Jakarta, Jumat (27/2/2026) menyebut total nilai penjualan suku cadang Hino di tahun 2025 itu mencapai Rp 2, 1 triliun lebih.
“Total nilai penjualan ini meningkat sekitar 2,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini meliputi penjualan Hino Genuine Parts (HGP) yang merupakan suku cadang asli Hino diproduksi di Jepang, maupun HMSI Original Parts atau disebut HOP, ini standar kualitasnya sama dengan Hino Genuine Parts, tetapi diproduksi Hino Indonesia, sehingga harganya lebih ekonomis, ” papar Suyadi.
Menurut dia peminat HOP bukan hanya kendaraan lama yang telah di tangan konsumen serta dioperasikan lebih dari 10 tahun, tetapi juga kendaraan-kendaraan baru yang masih lima hingga sepuluh tahun. Maklum, sebagai kendaraan operasional bisnis, tentu pemilik berpikir dengan prinisip untuk menggunakan biaya yang kecil namun masa pakai lama.
Tetapi yang menjadi tantangan bagi Hino Indonesia adalah maraknya suku cadang imitasi dan palsu yang ternyata juga tidak sedikit peminatnya. Suku cadang imitasi adalah suku cadang yang dibuat pihak-pihak lain dengan merek lain tetapi diklaim untuk kendaraan Hino tetapi dengan harga lebih murah.
“Sedangkan suku cadang palsu, itu jelas-jelas diproduksi pihak lain, tetapi menggunakan nama Hino yang secara sekilas tampilan produk maupun kemasannya mirip banget. Hargany tidak jauh berbeda. Ini yang membuat konsumen jika mereka tidak teliti, karena kualitasnya jauh lebih rendah, ” tandas Suyadi.
Sejatinya, kata Suyadi, untuk mengetahui suku cadang itu asli atau tidak cukup mudah. Karena suku cadang palsu kemasannya tidak memiliki label logo resmi, dan hologram tidak terbaca, selain itu kualitas fisik barang yang rendah.
“Yang paling banyak dipalsu itu suku cadang fast moving. Karena permintaannya di pasar banyak, juga karena masa pakai suku cadang ini pendek. Meskipun ada juga suku cadang slow moving yang dipalsukan, karena harganya lumayan tinggi. Barang imitasi maupun palsu ini marak, ” ujar Suyadi. (Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id










