Jakarta, Mobilitas – Padahal total penjualan mobil (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada di Indonesia) – baik secara grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales maupun secara eceran dari dealer ke konsumen atau penjualan ritel – di bulan kedua 2026 itu naik. Artinya pasar mobil di bulan tersebut masih oke.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (30/3/2026) menunjukkan di bulan Februari itu, total wholesales mobil sebanyak 81.159 unit. Jumlah itu naik 12,2 persen dibanding wholesales Februari 2025 yang sebanyak 72.295 unit.
Sedangkan total penjualan ritelnya sebanyak 78.219 unit. Jumlah tersebut naik 11,9 persen dibanding Februari tahun lalu yang sebanyak 69.872 unit.

Tetapi, fakta berbicara, ternyata wholesales maupun penjualan ritel mobil Hyundai selama bulan kedua 2026 tersebut ambles. Total jumlah penjualan grosir mobil yang dijajakan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (PT HMID) itu hanya 1.741 unit anjlok 21,8 persen dibanding Februari 2025 yang sebanyak 2.226 unit.
Sementara, total penjualan ritelnya 1.734 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut anjlok hingga 19,5 persen dibanding total penjualan ritel yang dicetaknya pada bulan yang sama di 2025, yang masih sebanyak 2.226 unit.
Dengan kemerosotan penjualan di bulan Februari itu, total penjualan kumulatif Januari – Februari 2026 ikut anjlok. Total wholesales-nya 3.166 unit (anjlok 30,2 persen dibanding periode sama di 2025) dan penjualan ritelnya 3.137 unit, anjlok 24,5 persen. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












