Tokyo, Mobilitas – Seperti diketahui, Hyundai Motors masuk ke pasar Jepang setahun lebih dulu ketimbang pabrikan asal Cina, Build Your Dreams (BYD).
Sebab Hyundai yang merupakan pabrikan mobil terbesar di Korea itu – yang muli masuk ke Negeri Matahari Terbit pada tahun 2001 – sempat keluar dari negara tersebut pada tahun 2009.Hyundai pilih hengkang dari Jepang setelah penjualannya terpuruk terus dalam beberapa tahun.
Namun, pabrikan itu kembali ke Jepang pada tahun 2022 dengan fokus pada kendaraan listrik (EV). Sementara, BYD baru masuk ke pasar negara itu pada awal tahun 2023, dengan menyodorkan model BYD Atto 3 pada Januari 2023.
Perlahan tapi pasti penjualan mobil BYD di negara kampiunnya produksi dan merek otomotif dunia tersebut terus meningkat. BYD menggelontorkan model-model lain seperti BYD Dolphin, BYD Seal, dan bahkan mobil listrik mungil yang di Jepang disebut sebagai kei car.

Kinerja penjualan BYD bahkan melampui penjualan Hyundai, dengan selisih penjualan yang cukup jauh. Dengan kata lain, penjualan mobil BYD jauh lebih oke ketimbang mobil Hyundai.
Termasuk di periode Januari – Maret atau kuartal pertama 2026. Kesenjangannya begitu jauh, diman BYD menjadi merek terlaris ke-24 di Jepang pada periode tersebut, dan Hyundai bertengger di urutan ke-31.
Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) dan Asosiasi Pabrikan Mobil Jepang (JAMA) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (14/4/2026) menyebut, sepanjang Januari – Maret atau kuartal pertama 2026 itu jumlah mobil BYD yang terjual di Negeri Sakura itu sebanyak 1.271 unit. Pada saat yang sama, mobil Hyundai yang laku terjual 291 unit.
Sepanjang bulan Maret saja, jumlah mobil BYD yang terlego di Jepang mencapai 625 unit. Adapun mobil Hyundai, di saat yang sama hanya 121 unit. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












