Jakarta, Mobilitas – Sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta di awal tahun 2026 ini dinobatkan sebagai infstrastruktur transportasi publik terbaik ke-17 dari 50 sistem transportasi yang disurvei di 50 kota terbaik dunia.
Sementara di Asia Tenggara, Transjakarta yang beroperasi sejak 1 Februari 2004 itu terbaik ke-2 setelah Singapura. Selain jangkauan layanan dan jumlah pengguna harian, faktor lain yang menjadikan Transjakarta terpilih sebagi salah satu yang terbaik di dunia adalah kontribusinya dalam perekonomian daerah.
Data hasil riset lembaga survei Internasional Time Out yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/4/2026) menyebut, layanan bus Transjakarta telah mencakup 92,5 persen wilayah Jakarta. Kemudian, saban harinya layanan transportasi ini digunakan oleh 1,4 juta penumpang, serta ketepatan layanannya.
Lalu, dari kontribusi ekonomi terhadap daerah, diniai cukup signifikan. Sebab, setiap investasi sebesar Rp1 triliun menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp3,2 triliun, sehingga secara kumulatif, dampak ekonomi yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp73,8 triliun.

Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/4/2026) menyebut pencapaian menjadi salah satu yang terbaik di dunia itu tidak terlrpas dari evaluasi kinerja yang terus menerus, pengembangn dan perbaikan layanan.
“Salah astunya dalam hal kecepatan dan ketepatan kehadiran armada dalam melayani pelanggan. Dalam hal ini kami menyesuaikan penggunaan teknologi sesuai perkembangan terkini, teknologi AI atau kercerdasan buatan. Sebab di era digital ini, kami menghadirkan layanan yang tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga cerdas dan efisien melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam ekosistem transportas ,” kata Fadly.
Teknologi tersebut diaplikasikan di beberapa pilar utama layanan. Salah satunya untuk optimalisasi mobilitas via Aplikasi TJ. “Pelanggan kini dapat menikmati pemantauan posisi bus secara realtime yang lebih presisi, memungkinkan perencanaan perjalanan yang lebih akurat dan efisien bagi peanggan,”ujar Fadly. (Lin/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












