Jakarta, Mobilitas – Kecelakaan tertabraknya KRL Commuterline oleh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) lalu, berbuntut panjang.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian meminta Kementerian Perhubungan dan pihak yang terkait untuk mencabut izin taksi Green SM, karena menjadi pemicu awal rangkaian kecelakaan.
“Taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini. Jadi ini untuk memberi pelajaran kepada operator taksi manapun dan atau siapa saja agar tidak ceroboh,” ujar Kawendra saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Dia menyebut kecelakaan itu menimbulkan kerugian besar, dimana 16 korban meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Selain itu, puluhan perjalan kereta api jarak jauh dibatalkan.
“Memang, saat ini sedang dilakukan investigasi penyebab kecelakaan. Meski pengemudi taksi mengaku mobil terkunci tidak bisa dinyalakan. Tetapi untuk memberikan sanksi setimpal, izin taksi itu dicabut agar semua siapa saja tidak main-main, tidak asal dalam membuka layanan taksi,” tandas Kawendra.

Sekadar informasi, Green SM (atau Xanh SM) adalah perusahaan layanan taksi asal Vietnam, bagian dari Vingroup (VinFast) yang dimiliki oleh konglomerat yang juga orang terkaya di Asia Tenggara, Pham Nhat Vuong.
Sebelumnya laporan Majalah Forbes yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (6/4/2026) menyebut Pham Nhat Vuong di tahun 2026 atau per Minggu (5/4/2026) memiliki kekayaan senilai US$24,5 miliar atau sekitar Rp414,05 triliun. Di Asia Tenggara, Pham menjadi orang terkaya nomor satu. Dia mengalahkan konglomerat Indonesia pemilik Barito Pacific Group, Prajogo Pangestu yang berkekayaan US$18,6 miliar atau sekitar Rp314,34 triliun.
Adapun taksi Xanh SM hingga saat ini masih menjadi penyerap mobil VinFast terbanyak. Data Asosiasi Pabrikan Mobil Vietnam (VAMA) yang dikutip Mobilitas menunjukkan sepanjang tahun 2025 lalu, VinFast menjual 196.919 mobil listrik. Dari total penjualan itu, 60 persennya merupakan mobil untuk taksi Xanh SM miliknya.
Sedangkan di tahun 2026 ini, seperti dilaporkan Business Times, VinFast mematok target penjualan global sebanyak 300.000 unit, dimana 200.000 unit di pasar lokal Vietnam dan 100.000 unit di luar negeri. “Perusahaan ini juga mengandalkan anak perusahaan taksi dan layanan transportasi daringnya, Green SM, sebagai penggerak utama ekspansinya ke pasar global,” tulis media itu mengutip VinFast. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











