Guangzhou, Mobilitas – Produsen produsen otomotif kondang asal Guangzhou, Republik Rakyat Cina, Guangzhou Automobile Group Co.,Ltd alias GAC Group, melalui submereknya Aion meluncurkan SUV denga bodi belakang mirip van bernama Aion N60.
Laporan CarNewsChina yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu ` menyebut SUV listrik berdimensi panjang sekitar 5.600 milimeter (mm) dengan wheelbase 2.775 mm itu mempunyai ruang kabin yang lapang. Dia dilengkapi sensor LiDAR dan radar gelombang milimeter 4D yang menyokong penggunaan fitur Navigate On Autopilot (NOA).
Kabinnya berkonsep minimalis dengan layar sentuh besar 15,6 inci (39,62 cm) dengan sistem operasi ADiGO 6.0. Menariknya, di kabin ini terdapat kursi penumpang dengan fungsi pijat, ventilasi, dan pemanas, bahkan terdapat kulkas mini dan perangkat audio 11 speaker.
Untuk sistem sumber dayanya, Aion melengkapinya dengan motor listrik tunggal yang dipasang di roda depan. Motor listrik tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga165 kW.

Sedangkan baterainya berjenis LFP, dengan tiga pilihan berdasar kapasitasnya. Varian baterai tipe tertinggi menawarkan jarak tempuh mobil hingga 610 km berdasar standar CLTC.
SUV dengan tiga varian tipe – yakni tipe 410 Ultra, tipe 510 Ultra, dan tipe 610 Ultra – diklaim memiliki kemampuan akselerasi dari posisi diam (0 kilometer per jam/ kpj) hanya dalam tempo 7,9 hingga 8,5 detik. Itu tergantung varian tipe.
Dengan serangkaian keungggulan tersebut, Aion membanderol masing-masing tipe 109.800 yuan atau setara Rp 279 juta (kurs 1 yuan = Rp 2.539,06), dan 119.800 yuan atau sekitar Rp 304 juta. Sedangkan tipe tertinggi dihargai 129.800 yuan atau sekitar Rp 329 juta. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












