Bisnis

Ekonomi Tak Pasti dan Rupiah Melemah, Pasar Mobil Mewah RI Januari – April 2026 Goyah

×

Ekonomi Tak Pasti dan Rupiah Melemah, Pasar Mobil Mewah RI Januari – April 2026 Goyah

Share this article
Mobil BMW yang dipasarkan di Indonesia- dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus terjadi secara signifikan sejak akhir tahun 2025 lalu. Tetapi, semakin parah pada awal tahun 2026, bahkan tekanan terhadap mata uang Garuda itu terus berlanjut dan memburuk sejak awal April 2026.

Pengamat pasar uang dan ekonomi Suaibie Ibrahim menyebut melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara signifikan akan cenderung menyebabkan peningkatan biaya produksi, kenaikan inflasi (harga barang melonjak), dan penurunan daya beli masyarakat.

Selain itu, perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS akan membutuhkan jumlah rupiah yang jauh lebih besar untuk membayar pokok dan bunga pinjaman.

“Dalam kondisi seperti itu, masyarakat kelas atas yang berprofesi sebagai pebisnis, investor pasar uang atau lainnya, dan mereka rata-rata sangat paham soal kondisi ekonomi dan berbagai akibat yang menyertai jika ekonomi terguncang, cenderung menahan konsmsi barang-barang yang bukan kebutuhan mendesak. Termasuk mobil mewah. Jadi kalau penjualan mobil mewah trennya melemah dan pasarnya goyah, itu bisa dimaklumi,” papar Ibrahim yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Lexus UX300 – dok.Mobilitas

Sekadar informasi, dalam penutupan perdagangan sesi siang, Jumat (22/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih anteng di kisaran Rp17.707 hingga Rp17.721 per dolar AS. Memang, lanjut Ibrahim, Pelemahan ini sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya akibat ketidakpastian kebijakan domestik dan data ekonomi AS yang tangguh, namun tak pelak membuat was-was masyarakat kalangan atas.

Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Jumat (22/5/2026) menunjukkan penjualan mobil mewah dari berbagai merek – seperti Denza, BMW, Mercedes-Benz, MINI, Lexus, Volvo, hingga Audi – di periode Januari – April 2026 anjlok dibanding periode sama di tahun 2025.

Berikut data penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) merek-merek mobil itu selama empat bulan pertama 2026 tersebut:
Denza: 1.294 unit (anjlok 59,1 persen)
BMW : 856 unit (anjlok 7,3 persen)
Mercedes-Benz: 666 unit (anjlok 26, 1 persen)
Lexus: 352 unit (anjlok 32,3 persen)
MINI : 125 unit (anjlok 28,6 persen)
Volvo: 42 unit (anjlok 42,4 persen)
Audi: 43 unit (anjlok 14,3 persen)
Sumber: Gaikindo, 2026. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id