Stuttgart, Mobilitas – Melorotnya penjualan mobil merek asal Jerman di pasar dunia (selama periode Januari hingga Maret atau kuartal I 2026) itu dipicu oleh anjoknya penjualan di Republik Rakyat Cina. Mercedes disebut mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan di Cina yang diwarnai praktik banting harga antar pabrikan.
Laporan penjualan inyternal Mercedes-Benz Group yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (28/4/2026) menyebut, di periode tiga bulan pertama 2026 itu, total jumlah mobil penumpang Mercedes-Benz yang terjual di dunia sebanyak 419.400 unit. Jumlah ini merosot 6 persen dibanding total penjualan selama periode sama di tahun 2025 yang sebanyak 446.300 unit.
Mercedes mengakui, luruhnya kinerja penjualn tersebut dipengaruhi oleh anjloknya penjualan mobilnya di Cina yang di tiga bulan tersebut hanya 111.600 unit. Jumlah penjualan di Negeri Tirai Bambu itu anjlok hingga 27 persen dibanding periode sama pada tahun 2025 lalu yang mencapai 152.800 unit.

”Anjloknya penjualan itu dikarenakan persaingan yang ketat dan penghentian produksi model tertentu. Mercedes-Benz menghadapi persaingan ketat dan perang harga yang berkelanjutan di negara yang merupakan pasar terbesarnya itu,” ujar analis di Bursa Saham Nasdaq, Robb Thomson, yang dikutip The Finance.
Robb menyebut persaingan di pasar Cina – khususnya di segmen mobil listrik yang juga digarap Mercedes-Benz – semakin tajam karena pemerintah negeri itu menghentif insentif subsidi harga. Sehingga perang harga di antara pabrikan pun berlanjut.
Kondisi itu menjadikan persaingan tak sehat, karena pabrikan yang tidk memiliki jaringan luas – baik produksi maupun penjualan – di luar Cina yang bisa mensubstitusi anjloknya keuangan perusahaan di dalam negeri Cina akan kelabakan. Terbukti, saat ini, sekitar 50 pabrikan kendaraan listrik di Cina terancam bangkrut dan mencari celah pasar di luar negeri. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











