Berlin, Mobilitas – Meski sejumlah srumber menyebut pabrikan Build Your Dreams (BYD) itu kemungkinan besar bukan dibangun dari nol, melainkan disewa atau diakuisisi dari pabrikan yang telah ada di sana. Salah satu pabrikan yang menawarkan pabriknya adalah Stellantis Group, dan pabrik itu kemungkinan besar di Spanyol.
Laporan Reuters dan The Maaal al-Arabiya yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Sabtu (13/6/2026) menyebut rencana itu diungkap oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dalam sebuah acara di Berlin, Jerman di sela peluncuran BYD Dolphin G.
Menurut Stella, menambah pabrik di Eropa merupakan bagian dari strategi BYD untuk memperkuat kehadirannya di pasar Eropa. Langkah ini bersamaan dengan rencana pabrikan asal Shenzhen, Guangdong, Republik Rakyat Cina itu untuk memulai produksi di pabrik pertamanya di Eropa yaitu di Hongaria pada kuartal terakhir tahun 2026 ini.
“Kehadiran pabrik baru akan memberikan kecepatan pengiriman pesanan pelanggan sekaligus memberikan daya saing yang lebih kuat. Ini sekaligus memberikan jawaban atas antusiasme pelanggan, ” ungkap Stella.

Faktanya, seperti disebut dalam laporan The Financial yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (13/6/2026) sepanjang tahun 2025 kemarin di wilayah Eropa berhasil menjual mobilnya sebanyak187. 897 unit. Jumlah itu meroket hingga 270 persen.
Sementara di thun 2026 ini, selama kurun waktu Januari – Mei, BYD telah mengantongi angka penjualan sebanyak 100.000 unit lebih.
“Memproduksi kendaraan listrik di Eropa akan membantu BYD menghindari tarif tambahan yang dikenakan Uni Eropa (UE) untuk kendaraan listrik yang diimpor dari Cina. Sehingga produk BYD yng dikenal memiliki keungggulan teknologi, fitur, desain tetapi berharga terjangkau itu akan tetap terjangkau daya saingnya, ” ujar Analis Industri di London Stock Exchange, Oliver E. Johnson.
Menurut Johnson, selama bertahun-tahun, industri otomotif Eropa telah menghadapi kelebihan kapasitas produksi, khususnya di Eropa Barat, selain kejenuhan pasar mobil konvensional juga karena biaya tenaga kerja dan energi tinggi. Sehingga, banyak pabrikan yang menutup pabrik, dan ini menjadi keuntungan bagi BYD untuk mendapatkan pabrik untuk diakuisi. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












