Jakarta, Mobilitas – Padahal, beberapa merek sesama asal Jermn yang juga masuk kelas mewah seperti Baterusche Motoren Werke (BMW) dan Audi di periode sama penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen alias penjualan ritelnya naik.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (22/6/2026) menunjukkan selama Januari – Mei 2026, total penjualan ritel mobil Mercedes-Benz sebanyak 820 unit. Jumlah ini anjlok 28,9 persen dibanding total penjualan ritelnya selama periode sama di tahun 2025.
Sedangkan di bulan Mei saja, jumlah mobil berlambang tiga bintng dalama lingkaran yang dBMW, mobil BMW, BMW iNDONESIiboyong konsumen ke rumah mereka sebanyak 154 unit. Jumlah itu anjlok 38,9 persen dibanding total penjualan ritel yang dibukukannya pada bulan Mei 2025.
Sementara, di periode lima bulan pertama 2026 tersebut, BMW yang merupakan sejawat sesama pabrikan Jerman sekaligus pesaing terkuatnya masih membukukan positifnya penjualan ritel di Indonesia. Totalnya 983 unit, melonjak 51,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Begitu pun dengan Audi, yang di Indonesia dipasarkan oleh PT Garuda Mataram Motor, juga masih membukukan moncernya penjualan ritel. Merek berlambang tiga cincin bertaut ini mencetak angka penjualan ritel sebanyak 9 unit, naik 12,5 persen dibanding periode Januari – Mei 2025.
Padahal, penjualan grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales mobil Mercedes-Benz di Indonesia selama Januari – Mei 2026 itu masih meningktk. Jumlahanya sebanyak 829 unit, naik 11,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Lebih dari itu, anjloknya penjualan ritel mobil Mercedes-Benz itu terjadi di tengah pasar mobil Indonesia yang tengah mekar.
Fakta data berbicara, di periode lima bulan pertama 2026 ini, total penjualan ritel mobil (Gabungan seluruh model dari semua merek yang ada di Indonesia) sebanyak 359.490 unit. Jumlah tersebut naik 8,8 persen dibanding penjualan selama periode sama di 2025 yang sebanyak 330.486 unit. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












