Jakarta, Mobilitas – Neta Auto resmi masuk pasar Indonesia pada Agustus 2023 yang diageni PT Neta Auto Indonesia itu membukukan anjloknya penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) selama Januari – Mei 2026 dibanding periode sama di tahun lalu.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (22/6/206) menunjukkan di periode lima bulan pertama 2026 tersebut total wholesales mobil Neta hanya 60 unit. Jumlah penjualan grosir ini anjlok 80,6 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang masih sebanyak 310 unit.
Sementara, total penjualan ecerannya atau penjualan ritelnya – di kurun waktu yang sama –hanya 96 unit. Total penjualan ini anjlok 62,5 persen dibanding total penjualan ritelnya selama kurun waktu yang sama di tahun 2025, yang sebanyak 256 unit.

Di bulan Mei saja, total wholesales mobil listrik Neta hanya 1 unit. Jumlah penjualan grosir di bulan kelima tersebut anjlok 98,3 persen dibanding jumlah wholesales-nya pada Mei 2025 yang sebanyak 60 unit.
Sedangkan total penjualan ritelnya, di bulan kelima tersebut sebanyak 4 unit. Jumlah ini anjlok 92,2 persen dibanding penjualan ritelnya di bulan yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 51 unit.
Sekadar informasi, sepanjang tahun 2025, total wholesales mobil Neta mencapai 657 unit. Adapun penjualan ritel mobil merek itu di tahun tersebut sebanyak 406 unit. (Anp/Aa).
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












