Bisnis

Karoseri Was-was Impor Truk CBU Mengalir Deras, Picu Persaingan Tak Sehat

×

Karoseri Was-was Impor Truk CBU Mengalir Deras, Picu Persaingan Tak Sehat

Share this article
Ilustrasi, truk pengangkut kendaraan alias truk gendong yang melintas di jalan tol - dok.Mobilitas

Tangerang, Mobilitas – Kalangan industri karoseri mengaku was-was dengan pasar yang menurun. Terlebih, impor truk utuh (CBU) yang kian marak.

“Iya, kami di karoseri sudah resah. Tapi, ke siapa kami mengeluhkan ini. Karena impor truk secara utuh  dimana sudah lengkap dengan karoserinya semakin deras. Sehingga, order untuk kami di industri juga menurun,” papar Direktur PT Mitra Toyotaku Indonesia, H.Fathullah, saat ditemui Mobilitas di sela acarra diskusi yang digelar Hino Indonesia di ajang GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (6/8/2026).

Saat ini, pasar karoseri – di periode Januari hingga Juni atau semester pertama 2026 sudah turun 10 persen. Orderan karoseri, khususnya untuk kendaraan niaga truk dan mini truck, menyusut. “Dampak buruk lainnya, karena orderan menurun, akan muncul persaingan tidak sehat, dimana diantara mereka saling banting harga. Bahkan menyerempet pelanggaran ketentuan karena diminta konsumen,”  tandas Fathullah.

Terlebih, kata Fathullah, ternyata truk CBU yang diimpor bukan hanya truk untuk tambang atau perkebunan saja. Namun, lanjut Fathullah, juga truk-truk medium untuk angkutan logistik dengan aplikasi model wing box.

Direktur PT Mitra Toyotaku Indonesia, H.Fathullah – dok. Mobilitas

Pernyataan serupa diungkap salah seorang pejabat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Derasnya impor truk CBU ini menggerrus pasar truk Indonesia, industri karoseri. Dampak dari ini semua bisa ke ekosistem induatri khususbya rantai pasok komponen. Kalau industri pendukung komponen ini gulung tikar, ya ujungnya banyak PHK (pemutusan hubungan kerja),” papar pejabat itu saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (6/8/2026) menunjukkan, selama periode Januari – Juni atau semester pertama 2026, jumlah kendaraan niaga truk yang diimpor mencapai 15.850 unit. Mereka 31,8 dari India, dan 31,4 persen dari Cina.

Padahal, di periode yang sama di tahun 2025, jumlah truk yang diimpor masih sebanyak 7.794 unit. Artinya, jumlah truk yang diimpor selama paruh pertama tahun 2026 ini meningkat dua kali lipat dibanding periode sama di 2025.

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id