Jakarta, Mobilitas – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantra (Agrinas) membeli kendaraan niaga jenis truk dan pick up asal India hingga 105.000 unit. Kendaraan tersebut untuk angkutan logistik pedesaan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Keterangan resmi Agrinas yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (18/2/2026) menyebut kendaraan komersial itu dibeli untuk memperkuat rantai pasok dan ketahanan pangan nasional. Mereka dibeli dari dua pabrikan, yakni Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya dari Mahindra dibeli 35.000 unit pickup Scorpio yang diproduksi di pabrik Mahindra di Nashik, India, dan unit akan mulai dikirim ke Indonesia 2026.
Sedangkan dari Tata Motors, Agrinas membeli 70.000 unit kendaraan. Jumlah itu terdiri dari 35.000 unit pick up Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7.
Mahindra menyebut pesanan dari Agrinas itu merupakan rekor ekspor kendaraannya yang terbesar sepanjang sejarah oleh Mahindra serta order kendaraan terbesar bagi Tata Motors dari pembeli di Asia Tenggara.

“Sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat fondasi logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar dengan lebih efisien. Jumlah kendaraan yang dibeli oleh Agrinas dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional Mahindra,” papar CEO Divsi Otomotif Mahindra, Nakinikanth Gollagunta.
Sementara, bagi Tata Motors, pesanan ini memberikan asupan darah baru bagi gen pemegang mereknya di Indonesia, yakni PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Pasalnya data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (18 /2/2026) menunjukkan di tahun 2025 tidak ada penjualan yang dibukukan PT TMDI alias nihil.
Bahkan di Januari 2026, data asosisi industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia juga tak mendapatkan laporan tentang penjualan truk Tata Motors maupun pick up. Padahal di bulan itu total penjualan ritel truk di Indonesia mencapai 5.502 unit, naik 7, 8 persen dibanding Januari 2025 yang sebanyak 5. 105 unit, tetapi Tata Motors nihil. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












