Jakarta, Mobilitas – Sebelumnya, siaran pers dua pabrikan otomotif India yakni Mahindra dan Tata Motors menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) membeli kendaraan niaga jenis truk dan pick-up asal India hingga 105.000 unit dari mereka.
Keterangan resmi Mereka yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (18/2/2026) menyebut dari Mahindra dibeli 35.000 unit pickup Scorpio. Sedangkan dari Tata Motors, Agrinas membeli 70.000 unit kendaraan, terdiri dari 35.000 unit pick up Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7.
Menanggapi langkah Agrinas itu, dalam keterangan resminya yang diterima Mobilitas di Jakarta, Jumat (20/2/2026) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan jika pengadaan 70.000 unit pick-up (4×2) dipenuhi oleh produk dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif. Menurut dia akan terjadi manfaat ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 triliun.
“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” papar Agus.

Terlebih, lanjut Agus, saat ini industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan produksi kendaraan pick-up dengan kapasitas yang signifikan sekitar 1 juta unit per tahun. Kendaraan pick-up itu diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Sokonindo Automobile.
Pernyataan senada diungkapkan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika. Dia menyebut kapasitas produksi pick-up Indonesia 400.000 unit lebih per-tahun. Namun hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.
Kendaraan yang diproduksi berpenggerak 4×2. Mereka sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40 persen serta didukung jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas.
Putu Juli meyatakan bahwa produsen kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ”Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan untuk jenis berpenggerak 4×4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya,” tandas Putu Juli. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











