Jakarta, Mobilitas – Pameran suku cadang, komponen, dan teknologi digital Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 resmi digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, 24 – 27 September 2026.
Perhelatan yang dibuka yang diikuti 339 merek peserta dari 13 negara itu dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza. Dalam sambutnnya, Faisol mengatakan Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 menjadi tolok ukur baru di industri otomotif nasional, dan lebih dari itu kehadirannya menjadi penilaian otomotif global terhadap potensi Indonesia.
"Kehadiran Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 menunjukkan bahwa industri otomotif global kini memandang Indonesia secara berbeda. Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok dan pusat regional untuk investasi," papar Faisol di sela pembukaan pameran Automechanika Jakarta 2026 di PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Dia menegaskan, dunia memilih Indonesia sebagi salah satu tempat pameran karena memiliki potensi yang besar, baik sebagai pasar maupun tempat produksi. Terbukti, Indonesia merupakan pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia (setelah Cina dan India). Dengan penjualan per tahun 6,2 – 6,4 juta unit.
Sementara, dengan total penduduk 284 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar kendaraan bermotor roda emapat terbesar di kawasan regional Asia Tenggara. Terlebih, rasio kepemilik mobil di Indonesia masih rendah yakni 99 unit per 1.000 penduduk.
"Artinya, pasar mobil Indonesia belum jenuh, potensi masih sangat besar. Terlebih ekonomi nasional terus tumbuh," kata Faisol.
Oleh karena itu, lanjut dia, Automechanika Jakarta 2026 ini merupakan kesempatan besar untuk pengguna teknologi tinggi untuk menjadi kemitraan dalam menggarap pasar yang saling menguntungkan. "Kemenperin akan terus mendukung industri otomotif nasional dan bekerja sama untuk menguasai teknologi baru untuk meningkatkan industri domestik dan menjadikan Indonesia pemain utama dalam dalam pengembangan industri otomotif," kata Faisol.
Sementara itu, analis industri dari Indonesia Economic and Policy Studies, Sahreza Nadiar yang dihubungi Mobilitas di Jakart, Jumat (25/9/2026) menngingatkan agar pemerintah membangkitkan industri dalam negeri. Menurutnya, gelaran Automechanika Jakarta 2026 bisa menjadi pintu masuk industri komponen dan suku cadang nasional - khususnya skala kecil dan menengah - untuk berkembang melalui kolaborasi dengan produsen luar negeri.
"Konkretnya, ketika ada industri produsen komponen yang akan berproduksi di Indonesia wajib menggandeng perusahaan lokal Indonesia yang dimiliki warga Indonesia dan secara bertahap ada alih teknologi. Sehingga ada nilai tambah yang didapatkan Indonesia, bukan jadi pasar dan buruh semata,"tandas Sahreza.
Terlebih, Indonesia memiliki potensi berupa pasar yang besar dan sumber bahan baku. Tugas pemerintah memastikan hal itu dan memberi kemudahan jika semua telah sesuai ketentuan. (Din/Aa)
