Jakarta, Mobilitas – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada 4-6 September 2026 mengakibatkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.
Semburan abu vulkanik dan material dari letusan gunung mengandung silika yang berbentuk seperti pasir atau kuarsa. National Geographic Society menyebut abu vulkanik adalah campuran dari mineral, bebatuan dan partikel kaca yang keluar waktu letusan gunung berapi.
Kombinasi fisik partikelnya sangat tajam dan kandungannya bersifat korosif dan agresif. Ukuran abu ini sangat kecil, yang berukuran kurang dari 2 milimeter.
Karena sifatnya yang abrasif itulah, pemilik pusat perawatan mobil di Paku Jaya, Serpong Utara, Yanda Auto, Christian Prandiantono yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (7/9/2026) mewanti-wanti para pemilik mobil untuk berhati-hati dalam membersihkan abu vulkanik yang menempel di seluruh badan mobil, dan berniat mencucinya.
"Abu vulkanik, meskipun sangat halus tapi sangat tajam. Kandungan silikanya bersifat korosif memicu karat. Selain itu, mengandung sulfur yang sangat destruktif dan membuat struktur lapisan cat terdekonstruksi atau rentan terkelupas. Sehingga, jika dibiarkan lama menempel di mobil cat akan memudar atau minimla kusam," papar Christ.
Namun untuk membersihkan dan mencuci mobil yang terpapar abu vulkanik itu tidak boleh smbarangan. Dia menghimbu agar debu itu tak dilap atau disaput, tetapi siram dengan air yang mengalir deras hingga benar-benar hilang.
"Pastikan abu itu sudah benar-benar hilang dengan mengusap mengggunakan tangan. Rasakan apakah permukaan badan maupun kaca mobil sudah terasa halus dan licin. Jika sudah lakukan pencucian secara menyeluruh seperti biasa. Bersihkan karet wiper secara terpisah dalam keadaan basah agar sisa abu tidak menggores kaca," papar Christian.
Dia juga menyarankan sebaiknya mengggunakan sampo khusus mobil dan spons halus atau kain mikrofiber. Cuci spon setiap setelah digunakan untuk memastikan tidak ada lagi sisa abu yang menempel sebelum spon tersebut digunakan menggosok badan atau kaca lagi.
"Setelah pembersihan itu selesai semuanya, bilas dengan air yang mengalir deras hingga benar-benar mobil bersih," tandas Christian. (Din/Aa)
Rekomendasi
Harga Pertamax Ditahan di Rp 15.950 Per Liter Ternyata Pertamina Tekor Rp 700 - Rp 900, Ini Penyebabnya
Sempat Mejeng di GIIAS 2026, Hyundai Staria EV Segera Dijual di Eropa, Ini Keunggulannya
Bos CATL Ingatkan Potensi Baterai Gagal Akibat Cepatnya Siklus Produksi Mobil Listrik
Ini Cara Mudah Hindarkan Diri Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Kongsi Geely - Renault Bikin Sistem PHEV Khusus Mobil Off-road, Ini Istimewanya
