Changan Luncurkan SDA Pilot, Sistem Auto Pilot Penghindar Kecelakaan, Ini Keunggulannya

Changan Luncurkan SDA Pilot, Sistem Auto Pilot Penghindar Kecelakaan, Ini Keunggulannya
Ukuran Teks

Jakarta, MobilitasChangan Group meluncurkan sistem bantuan berkendara canggih (Advanced Driver Assistance System/ADAS), yakni SDA Pilot. Sistem ini dikembangkan oleh tim insinyur Changan sebagai bagian dari pengembangan teknologi mengemudi pintar (intelligent driving) secara mandiri.

“SDA Pilot hadir dalam tiga tingkatan, yakni Pro, Max, dan Ultra, dengan tingkatan yang lebih tinggi akan diperkenalkan selanjutnya, ” ungkap Chairman Changan Group, Zhu Huarong, dalam keterangan resmi yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Zhu, SDA Pilot Ultra dilengkapi 31 fitur keselamatan aktif (active safety), Highway NCA dan Urban NCA. Mereka merupakan fitur asisten berkendara pintar (Navigation Cruise Assist) bagian dari teknologi otonom Changan dan intelligent parking assist dengan 400 skenario lebih.

Highway NCA dan Urban NCA berfungsi membantu kendaraan berkendara secara cerdas di jalan tol dan perkotaan. Sementara, intelligent parking assist membantu proses parkir, dan 31 fitur keselamatan aktif untuk membantu mencegah sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

Sistem tersebut didukung chip komputasi berkapasitas 560 TOPS dan LiDAR 256-line untuk memproses informasi dengan respons dalam hitungan milidetik. Untuk interaksi pengguna, SDA Pilot menggunakan sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model yang menggabungkan kemampuan visual dan suara.

Pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari, sementara sistem juga dapat mengingat pola dan preferensi berkendara.

“Pengembangan teknologi intelligent driving ini dimulai sejak 2009. Pada 2011, perusahaan mengembangkan prototipe fungsi peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur, sebelum memproduksi secara massal sistem IACC (Integrated Adaptive Cruise Control) Level 2 pada 2018. Pada 20 Desember 2025, Changan menerima pelat nomor resmi pertama di Tiongkok untuk pengemudian otonom bersyarat Level 3, ” sebut Changan.

Untuk memberikan kepastian keamanan, SDA Pilot menggunakan teknologi deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan hingga 10Hz. Teknologi itu membantu sistem untuk mendeteksi potensi bahaya lebih cepat, termasuk dalam kondisi minim cahaya, silau, hujan, dan kabut.

Sementara untuk menghasilkan perilaku berkendara yang lebih natural, sistem end to end large model. SDA Pilot dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata. (Anp/Aa)

Tentang Penulis

Rekomendasi

Update Terbaru