Biar Molinas Laku Keras Pemerintah Diminta Tak Cuma Perhatikan Harga, Tapi Juga Ini

Biar Molinas Laku Keras Pemerintah Diminta Tak Cuma Perhatikan Harga, Tapi Juga Ini
Ukuran Teks

Jakarta, Mobilitas – Pemerintah mulai menyiapkan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) mulai dari kegiatan proses desain, produksi baterai, proses produksi motor, penyediaan infrastruktur dan fasilitasi pengisian daya baterai hingga distribusi.produk. PT LEN Industri (Persero) bertugas sebagai integrator program dan pendanaanya melibatkan Danantara.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta menyebut dalam hal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) akan terus ditingkatkan sesuai dengan target dari pemerintah.

"Kalau sampai tahun ini 40 persen, dan mereka para industri yang masuk dalam ekosistem Molints ini telah menyatakan tahun depan mereka sudah sampai 60 persen. Jadi mengikuti roadmap yang ada sekarang," tutur Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di DPR, Rabu (9/9/26).

Menurut dia, kapasitas produksi dari semua industri yang ikut dalam kerja sama ini sampai 100.000 unit per tahun. Sedangkan total investasi mereka mencapai Rp2,6 triliun.
Pemerintah memproyeksikan total permintaan pasar motor listrik melalui ekosistem ini mencapai sekitar 1,5 juta unit pada tahun 2028.

Namun sejumlah kalangan mengingatkn pemerintah terkait harga. "Dan soal harga ini, tidak hanya di sektor hilir atau di sisi konsumen saja yang perlu diperhatikan dengan memberikan stimulus berupa subsidi, tetapi juga di sektor hulu atau produksi di industrinya, supply chain komponen dan sebaginya saat produksi juga harus diperhatikan. Sehingga harga produk terjangkau. Terlebih, persaingan dengan produk impor (merek yong tidak ikut ekosistem Molinas) juga ketat," ungkap peneliti seniorIndonesia Economic and Public Policy Studies, Achmad Faisal Fanani, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (10/9/2026).


Menurut Faisal, motor litrik mempunyai potensi pasar yang besar di Indonesia seiring dengan upaya pemerintah untuk menurunkan atau bahkan memutus ketergantungan ke bahan bakar fosil, yang sebagian besar dari impor. Hanya saja, lanjut Faisal, selain faktor harga juga harus diperhatikan soal kemudan pengisian daya baterai.

"Sistem battery swap (sistem penukaran baterai) akan lebih memudahkan penggguna motor listrik. Dan sistem ini sangat mudah diwujudkn jika pabrikan yang ikut dalam ekosistem Molinas itu semakin banyak," tandas Faisal. (Anp/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

Rekomendasi

Update Terbaru