Ternyata Begini Rapor Penjualan Ritel Mobil China di RI, Januari – Agustus Tahun Ini

Ternyata Begini Rapor Penjualan Ritel Mobil China di RI, Januari – Agustus Tahun Ini
Ukuran Teks

Jakarta, Mobilitas – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan hingga bulan September 2026 ini, jumlah mobil asal China yang dipasarkan di Indonesia mencapai 20 merek.

Namun, satu hal yng perlu dicatat, beberapa diantara merek-merek itu ada yang menjadi bagian alias submerek dari merek lain yang juga dipasarkan di Tanah Air. Selain itu ada merek yang sebelumnya milik perusahaan asal Inggris – yakni Morris Garge (MG) – tetapi sejak tahun 2007 diakuisisi perusahaan China, SAIC Motor.

Bahkan, termasuk mobil dengan root atau akar basisnya merek lokal China, seperti Polytron yang berbasis model milik Skyworth Auto. Ini juga masuk dalam kategori mobil merek asal China, meski dengan label nama lokal Indonesia.

Ke-20 merek mobil asal Negeri Panda itu adalah BYD, Jaecoo, Geely, Wuling, Aion, Chery, MG, Denza, iCaur, Xpeng, dan Jetour. Kemudian GWM, Dongfeng (DFSK), BAIC, Aletra, FAW, Changan, Farizon, Polytron, dan Maxus.

Berikut ini, kinerja penjualan eceran dari dealer langsung ke konsumen (penjualan ritel) mobil merek-merek tersebut selama periode Januari – Agustus 2026 berdasar data Gaikindo yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Jumat (11/9/2026):

BYD menjual sebanyak 35.289 unit, Jaecoo 23.486 unit, Geely 12.283 unit, Wuling 11.540 unit, Chery 8.209 unit, Denza 2.905 unit, MG 2.823 unit, Aion 4.621 unit, dan Jetour 2.085 unit.

Kemudian Xpeng yang melego mobil sebanyak 1.889 unit, GWM 1.697 unit, FAW 991 unit, Dongfeng (DFSK) 817 unit, dan BAIC 517 unit. Lalu, merek iCaur yang mencatatkan penjualan sebanyak 500 unit, Polytron 457 unit, Aletra 411 unit, Changan 301 unit, Maxus 206 unit, serta Farizon yang mencetak angka penjualan sebanyak 83 unit. (Din/Aa)

Tentang Penulis

Rekomendasi

Update Terbaru