Jakarta, Mobilitas – Profesor di Universitas Yamaguchi, Arata Abe, dalam penelitiannya menemukan fakta mobil bekas asal Jepang tersebut di negara tujuan ekspor itu juga ada yang dijual kembali dalam wujud komponen yang terurai. Permintaan saban tahun juga terus tumbuh, sehingga total ekspor meningkat.
Laporan Japanese Car Trade dan Auto Recycling World yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (7/9/2026) menyebut data Badan Statistik Perdagangan Jepang menunjukkan pada tahun 2008, jumlah mobil bekas yang diekspor Jepang mencapai 1,34 juta unit. Kemudian di tahun 2023 meningkat menjadi 1,54 juta unit, dan tahun 2024 naik lagi menjadi 1,57 juta unit.
Tren kenaikan ekspor kembali terjadi di tahun 2025, hingga totalnya mencapai 1,71 juta unit. Sementara di tahun 2026 ini – pada periode Januari hingga Juni atau semester pertama 2026, total mobil bekas dari Negeri Matahari Terbit itu yang diekspor mencapai 853.363 unit. Jumlah itu meningkat 3,7 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Menurut Profesor Arata Abe, negara tujuan ekspor mobil bekas itu adalah negara-negara penggguna mobil setir kanan di Asia, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Permintaan tinggi karena kualitas mobil seken Jepang itu bagus karena rata-rata usianya di bawah tujuh tahun adan paling lama delapan tahun.
Menariknya, banyak pembeli grosir mobil bekas itu menjuala kembali mobil tersebut dalam wujud komponen yang terurai. Sebab den n menjual seperti itu margin keuntungan lebih tinggi, dikarenakan banyak peminat komponen asli dengan standar Japan Domestic Market alias JDM.
Tetapi nilai jual mobil bekas yang dijajakan dalam wujud utuh pun juga tak kalah tinggi dibanding mobil bekas dari negara pengimpor alias mobil bekas lokal. Sebab, selain umurnya masih realtif muda juga ada jaminan kualitas dengan bukti sertifikasi, terlebih banyak yang menyukai mobil berstatus JDM. (Din/Aa)
Rekomendasi
Begini Cara yang Benar Bersihkan dan Mencuci Mobil yang Terkena Abu Vulkanik Gunung
Harga Pertamax Ditahan di Rp 15.950 Per Liter Ternyata Pertamina Tekor Rp 700 - Rp 900, Ini Penyebabnya
Sempat Mejeng di GIIAS 2026, Hyundai Staria EV Segera Dijual di Eropa, Ini Keunggulannya
Bos CATL Ingatkan Potensi Baterai Gagal Akibat Cepatnya Siklus Produksi Mobil Listrik
Ini Cara Mudah Hindarkan Diri Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
