⌂ Beranda › Bisnis › Foxconn Caplok 50 Persen Saham Mitsubishi Electric Mobility, Ini Tujuan Utamanya
Bisnis

Foxconn Caplok 50 Persen Saham Mitsubishi Electric Mobility, Ini Tujuan Utamanya

Foxconn Caplok 50 Persen Saham Mitsubishi Electric Mobility, Ini Tujuan Utamanya
Ilustrasi, Foxconn - dok.Istimewa
A A Ukuran Teks16px

Tokyo, Mobilitas – Perusahaan teknologi kondang asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry alias Foxconn resmi mengakuisisi 50 persen saham Mitsubishi Electric Mobility. Transaksi tersebut senilai 115 miliar yen atau sekitar Rp13,07 triliun.

Laporan Japan Economic Daily dan Electrec yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (20/10/2026) menyebut transaksi itu ditargetkan rampung pada 1 Oktober 2027, dengan tetap menunggu proses persetujuan regulator, termasuk pengkajian antimonopoli oleh pihak berwenang. Mereka bersepakat mendirikan perusahaan baru.

"Dengan akuisisi itu, maka Foxconn ingin memadukan teknologi otomotif Mitsubishi Electric Mobility dengan kemampuan manufaktur teknologi berskala besar yang menjadi keunggulannya. Fokus utama kerja sama Foxconn dan Mitsubishi Electric adalah mengembangkan platform kendaraan listrik yang dapat dipasarkan kepada produsen otomotif Jepang, " tulis dua media itu mengutip dokumen trnsaksi itu.

Setelah memperkuat posisi di pasar domestik, keduanya berencana memperluas pemasaran ke berbagai negara dengan mengusung identitas teknologi dan manufaktur Jepang. Dengan akuisisi itu pula, Foxconn bisa masuk dengan posisi lebih kuat di pasar kendaraan listrik Jepang.

Kepala strategi kendaraan listrik Foxconn, Jun Seki, menyebut teknologi Mitsubishi Electric menjadai salah satu daya tarik utama transaksi tersebut. "Foxconn juga ingin menjadikan Mitsubishi Electric sebagai mitra strategis untuk membangun jaringan kerja sama dengan pemasok komponen dan produsen mobil lainnya di Jepang, " ujar mantan eksekutif Nissan Motor itu.

Sekadar informasi, portofolio produk Mitsubishi Electric Mobility meliputi berbagai komponen otomotif. Mulai dari alternator, motor starter, koil pengapian, sensor, hingga sistem kemudi elektrik.

Perusahaan ini juga memiliki teknologi untuk mendukung sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk radar gelombang milimeter, kamera depan, dan unit kontrol ADAS. Di segmen elektrifikasi, produknya meliputi motor traksi, inverter, sistem manajemen baterai, unit kontrol kendaraan listrik, serta pengisi daya internal on-alias board charger. (Jrr/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru