Jakarta, Moblitas – Populasi sepeda motor di Indonesia hingga pertengahan tahun 2026 tersebut berada di peringkat kedua terbanyak di dunia setelah India yang berada di posisi nomor satu dan di atas China yang menempati urutan ketiga.
Pengamat transportasi yang juga Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulis yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (15/10/2026) menyebut berdasar data World Population Review, populasi sepeda motor dunia dapat diukur dari dua indikator, yakni jumlah total unit dan tingkat penetrasi (kepemilikan per rumah tangga/populasi).
“Berdasar kedua kategori ini, negara dengan jumlah motor terbanyak didominasi oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik. India memimpin dengan sekitar 271 juta unit, disusul Indonesia di peringkat kedua dengan 125 juta unit. Kemudian China (85 juta), Vietnam (65 juta), Thailand (22 juta), Pakistan (18 juta), Malaysia (15 juta), Brasil (14 juta), Nigeria (14 juta), dan Filipina (13 juta), ” papar Djoko.
Bahkan, sebut pengajar program studi Teknik Sipil, Unika Soegijapranata Semarang itu, jika dihitung berdasar sistem Electronic Registration and Identification (ERI) Korlantas Polri, seluruh nomor kendaraan yang diterbitkan tanpa memperhitungkan potensi kendaraan mati pajak atau tidak lagi beroperasi, totalnya mencapai 148 juta unit.
“Meskipun jumlah total kendaraan bermotor terus bertambah, proporsi sepeda motor tetap konsisten di atas 75 persen. Sebab, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor baru berkisar 5–6 juta unit per tahun terus menambah akumulasi populasi armada di jalan,” tandas Djoko.
Menurut Djoko, sepeda motor menjadi moda transportasi utama karena murah, fleksibel, serta mampu menjangkau area yang tidak terlayani angkutan umum. Hal ini menandakan bahwa buruknya layanan transportasi publik menjadi pendorong utama meningkatnya penggunaan sepeda motor.
Sekadar informasi, berdasar data Worldometer jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 284 juta jiwa lebih. Sementara India 1,25 miliar jiwa, dan China 1,23 miliar jiwa lebih. (Jrr/Aa)
