Jakarta, Mobilitas – Meski besaran kemerosotan penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) itu dari waktu ke waktu (yakni dari kuartal pertama, semester pertama, dan periode Januari – Agustus 2026) semakin mengecil dibanding kurun waktu yang sama, namun volume penjualan mobil merek asal Swedia ini masih minim.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (15/9/2026): menunjukkan pada periode kuartal pertama (Januari - Maret) 2026, total penjualan mobil Volvo di Indonesia sebanyak 14 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen itu anjlok hingga 39,1 persen dibanding periode sama di tahun lalu.
Kemudian pada periode enam bulan pertama atau semester pertama 2026, jumlah mobil Volvo yanng dibeli konsumen sebanyak 32 unit. Total penjualan ini anjlok 38,5 persen dibanding periode semester pertama di tahun 2025.
Sedangkan di kurun waktu Januari – Agustus 2026, mobil Volvo yang laku terjual ke konsumen sebanyak 64 unit, anjlok 17,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Dengan kata lain, rata per bulan mobil merek ini yang terjual ke konsumen belum sampai 10 unit. (Din/Aa)
Rekomendasi
BYD Kelabakan di Malaysia, Penjualannya pada Agustus Anjlok 49 Persen, Ini Penyebabnya
Penjualan Meroket, Vinfast Siap Luncurkan Dua Motor Baru Lagi, Bersistem Tukar Baterai
BAIC RI di Januari – Agustus 2026: Wholesales Anjlok, Penjualan Rite Melonjak 41,3 Persen
Harga Pertalite hingga Akhir 2026 Dipastikan Tidak Naik, Meski Permintaan Menanjak
Miris, Penjualan Ritel Mobil Wuling di Indonesia Januari – Agustus 2026 Masih Melorot
