Kuala Lumpur, Mobilitas – Pabrikan mobil asal Shenzhen, Republik Rakyat China, Build Your Dreams (BYD) di Malaysia membukukan anjloknya penjuala pada bulan Agustus 2026 hingga 49 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu.
Data Malaysian Automotive Association (MAA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (14/9/2026) menunjukkan di bulan kedelapan itu, total penjualan mobil BYD yang terjual di negara federasi kesultanan itu sebanyak 571. Sedangkan, total penjualannya secara kumulatif Januari - Agustus 2026 sebanyak 7.472 unit, naik tipis 1,1 persen dibanding periode sama di tahun lalu.
Sejumlah kalangan yang dikutip The Finance menyebut BYD kesulitan ketika menghadapi fakta harus bersaing tanpa fasilitas insentif dari pemerintah. Sebab sejak akhir 2025, pemerintah Malaysia menghentikan insentif pembebasan pajak khusus untuk kendaraan listrik impor utuh.
"BYD kehabisan stok model-model dengan harga murah karena fasilitas bebas pajak impor. Terlebih, pemerintah Malaysia menetapkan aturan mobil listrik impor yang dijual di negara itu minimal berharga 200.000 ringgit dengan daya minimal 180 kW," ungkap analis di Bursa Saham Singapura, Randolph Wang.
Padahal, mobil BYD yang dijajakan di negeri jiran alias negeri tetangga Indonesia itu dijual di bawah batas harga tersebut, Walhasil, BYD pun kini kelabakan dan langsung memutuskan untuk merakit secara lokal.
Sementara, laporan Nikkei Asia yang disitat Mobilitas di di Jakarta, Senin (14/9/2026) menyebut untuk mempercepat proses perakitan lokal itu, pabrikan besutan Wang Chuanfu itu akan bermitra dengan perusahaan lokal. Sehingga, rencana untuk membangun pabrik sendiri di Tanjung Malim (yang diumumkan pada Agustus 2025) dihentikan.
"Untuk meluruskan, fasilitas Tanjung Malim tidak akan dilanjutkan," ungkap Managing Director BYD Malaysia, Jacob Ma. (Anp/Aa)
Rekomendasi
Penjualan Meroket, Vinfast Siap Luncurkan Dua Motor Baru Lagi, Bersistem Tukar Baterai
BAIC RI di Januari – Agustus 2026: Wholesales Anjlok, Penjualan Rite Melonjak 41,3 Persen
Harga Pertalite hingga Akhir 2026 Dipastikan Tidak Naik, Meski Permintaan Menanjak
Miris, Penjualan Ritel Mobil Wuling di Indonesia Januari – Agustus 2026 Masih Melorot
Honda Merana, Penjualan Ritel Mobilnya di RI Januari – Agustus Masih Anjlok 36 Persen
