Harga Pertalite hingga Akhir 2026 Dipastikan Tidak Naik, Meski Permintaan Menanjak

Harga Pertalite hingga Akhir 2026 Dipastikan Tidak Naik, Meski Permintaan Menanjak
Ukuran Teks

Jakarta, Mobilitas – PT Pertamina Patra Niaga memastikan penetapn kebijakan untuk tidak mengerek harga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) itu sejalan dengan arahan Pemerintah.Kini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar. Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," tutur Vice President Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan resmi belum lama ini, yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Seperti diketahui, sampai saat ini, harga BBM subsidi Pertalite masih tetap Rp10.000 per liter dan biosolar Rp6.800 per liter. Namun, untuk permintaan dan konsumsi BBM jenis Pertalite itu diketahui terus merambat naik.

Ihwal kabar terus merambat naiknya permintaan dan konsumsi BBM Pertalite itu dibenarkan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas. "Iya, memang seperti itu, tidak akan naik," ujar Wahyudi saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut dia setelah ada kenaikan harga BBM non-subsidi, permintaan masyarakat untuk BBM subsidi Pertalite itu naik secara bertahap. Sekarang, kenaikan permintaannya secara nasional bisa mencapai 11 persen

Pada bulan Juli lalu, sebut Wahyudi, rata-rata konsumsi harian BBM jenis itu naik 12,92 persen dibanding periode sebelumnya. Besaran konsumsi harian itu mencapai 82.760 kiloliter.

Sementara, realisasi penyalurannya per 20 Agustus 2026 mencapai 18,23 juta kiloliter. Total volume penyaluran tersebut setara dengan sekitar 62,28 dari kuota tahun 2026 ini yang sebesar 28,69 juta kiloliter. (Jes/Aa)

Tentang Penulis

Rekomendasi

Update Terbaru