Jakarta, Mobilitas – Induk perusahaan merek mobil Neta Auto yakni Hozon New Energy, disebut lolos dari ambang kebangkrutan. Pasalnya, perusahaan baru bernama Zhejiang Taiyi Shanglian Enterprise Management Partnership (Taiyi Shanglian) bersedia menyuntik dana dan mengambil alih 70,6 persen saham.
Laporan The Financial dan Just Auto yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (22/9/2026) menyebut Taiyi Shanglian baru dibentuk tahun 2026 ini. Dua perusahaan yang mendirikannya yakni Zhejiang Shanzi Holdings Company dan Zhejiang Shanzi Yuxu Technology Company (seperti disebut dalam draf dokumen restrukturisasi yang disepakati pada 11 September 2026)akan mengucurkan 3 miliar yuan.
Dari total dana sebesar itu, sekitar 1,17 miliar yuan akan digunakan untuk membayar hutang Hozon, pembayaran kepada kreditor, biaya kepailitan, dan biaya lain dalam proses restrukturisasi itu. Sisanya yang senilai 1,83 miliar yuan digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Termasuk menghidupkan kembali produksi dan penjualan.
"Langkah awal perusahaan pembeli saham Hozon ini adalah memastikan operasional dapat kembali berjalan sebelum memperluas bisnis secara bertahap," tulis dua media itu menyitir isi dokumen.
Selanjutnya dilakukan pemulihan perusahaan melalui tiga tahap. Pertama, penjualan ditargetkan 10.000 unit dengan mengandalkan Neta X sebagai model utama.
Kedua, meningkatkan kapasitas produksi hingga 300.000 unit per tahun, dan mengembangkan model untuk pasar negara berkembang. Tahap ketiga, menjadi produsen kendaraan listrik pintar kelas global sekaligus mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) dengan nilai 40 miliar yuan.
Restrukturisasi ini diharapkan tidak hanya mengembalikan Hozon ke jalur pertumbuhan. Namun juga memperbaiki rantai pasok serta menjaga layanan purna jual bagi sekitar 400.000 pemilik kendaraan Neta di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Sekadar informasi, penjualan mobil listrik Neta di Indonesia hingga tahun 2026 ini masih muram. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (22/9/2026) menunjukkan pada periode Januari – Agustus, total penjualan grosir (wholesales) dan ritel mobil Neta tidak ada.
Namun di periode Januari – Juni atu semester pertama wholesales-nya sebanyak 116 unit, anjlok 70,6 persen dibanding periode sama di tahun lalu. Sedangkan, total penjualannya ke konsumen alias penjualan ritelnya 151 unit, anjlok 51,9 persen. (Anp/Aa)
