Jakarta, Mobilitas – Selama Januari hingga Agustus 2026 ini mobil Nissan yang dipasarkan PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) - Indomobil Group – masih membukukan anjloknya penjualan, baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel.
Fakta data juga berbicara, sebelumnya, selama lima tahun berturut-turut yakni dari tahun 2021 – 2025, total penjualan secara wholesales maupun penjualan ritel mobil Nissan di Indonesia terus merosot. Tren seperti itu masih terjadi meski kini NMDI telah menyuguhkan line up model beragam seperti Nissan Serena e-POWER, Nissan X-Trail e-POWER (e-4ORCE), Nissan Kicks e-POWER, Nissan Leaf, Nissan Navara, serta Nissan Magnite Compact SUV.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Rabu (30/9/2026) memperlihatkan, di periode Januari – Agustus 2026 total wholesales mobil Nissan sebanyak 245 unit. Jumlah tersebut anjlok 70,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sementara, total penjualan ritelnya selama periode delapan bulan pertama 2026 itu mencapai 290 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen ini anjlok 60,4 persen dibanding kurun waktu yang sama di tahun lalu.
Data Gaikindo juga menunjukkan di lima tahun berturut-turut sejak tahun 2021 hingga 2025 atau setelah tahun 2020, jumlah penjualan ritel mobil Nissan terus merosot. Fakta berbicara, di tahun 2020 total penjualn ritel merek asal Yokohama, Jepng, ini msih sebanyak 7.408 unit.
Namun di tahun 2021 merosot menjadi 6.185 unit, tahun berikutnya turun lagi menjadi 3.529 unit. Kemudian di tahun 2023 anjlok lagi menjadi 1.824 unit, dan lagi-lagi penurunan terjadi di tahun 2024, dimana totalnya hanya 1.427 unit.
Tren tersebut kembali berlanjut di tahun 2025, dengan penurunan volume penjualan eceran hingga hampir sepertiga. Sebab total penjualan ritel tersebut hanya 941 unit. (Anp/Aa)

