⌂ Beranda Mobility Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi
Mobility

Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi

Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi
Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi • Dok. Mobilitas.id
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, Mobilitas - Tak terbantahkan, layanan after sales yang kuat menjadi kunci penting agar industri kendaraan niaga bisa menjadi penyedia armada penggerak transportasi negeri yang berkesinambungan.

Pernyataan itu disampaikan pengurus Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi Banten, Ali Hanafiah. Dia mengatakan, agar kendaraan niaga bisa berperan maksimal sesuai fungsinya, sekaligus memenuhi harapan penggunannya, harus memenuhi lima unsur.

“Kelimanya adalah memiliki kapasitas maksimal, ketangguhan atau endurance yang tinggi, aman dan nyaman, didukung jaminan layanan service yang maksimal oleh penjualnya serta memenuhi ketentuan atau regulasi. Jika itu terpenuhi, maka bisnis penggunanya bisa maksimal,” kata Ali Hanafiah yang dihubungi Mobilitas, Jumat, 14 Agustus 2026.

Hino Indonesia, satu dari beberapa pemain kuat di industri kendaraan niaga Tanah Air yang memenuhi unsur itu. Hino menjalankan strategi after sales melalui perekrutan siswa lulusan pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Saat ini, Hino Indonesia bermitra dengan 8 SMK melalui program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) yang diselenggarakan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan dikelola oleh Hino Academy. Beberapa dari delapan SMK yang telah bergabung adalah di Tangerang Selatan, Belitang, Makassar dan Singosari (Malang).

"Saat ini sebanyak 350 lebih lulusan SMK bergabung dan berkarya bersama jaringan Hino," kata Direktur Sales dan After Sales HMSI di acara Diskusi Panel "Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Indutri Transportasi Indonesia Masa Depan" yang diselenggatakan HMSI bekeja sama dengan Forum Wartawan Otomotif di pameran otomotif GIIAS 2026, Senin, 3 Agustus 2026.


Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi|Dok. Mobilitas.id|

Kelas Industri Hino menargetkan 200 siswa akan lulus tahun 202 sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten sekaligus siap menagntisipasi perkembangan teknologi di kendaraan niaga.

"Pendidikan vokasi akan berhasil jika ada kolaborasi antara pemerintah sebagai egulator, sekolah sebagai pencetak lulusan dan sektor industri sebagai mitra kerjasama," kata Susilo Darmawan. Direktur Hino Academy Pieter Andre mengatakan, program Hino Indonesia Partnership School dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara mekanik yang siap kerja dengan kebutuhan sektor industri yang terus bergerak.

"Saat ini ada kesenjangan antara mekanik yang siap kerja dengan kebutuhan sektor industri, antara lulusan yang dihasilkan sekolah vokasi dengan kebutuhan sektor industri. Kita ingin lulusan dalam program kerjasama ini siap jadi mekanik," ungkapnya.

Pieter Andre menambahkan, setiap tahun setiap SMK yang bergabung dalam program Hino Indonesia Partnership School mengakomodir 20 sampai 30 murid dengan penyerapan luusannya 100 persen oleh Hino sebagai mekanik muda. "Mereka yang lulus program ini menjadi mekanik muda yang kompeten bekerja di jejaring (jaringan diler) Hino," ungkapnya.

Strategi Link and Match Paling Efisien

Pieter Andre menjelaskan, HMSI sudah menjalankan Kelas Hino selama dua tahun ini. "Total lulusan mencapai 191 siswa dan kita serap 100 persen bekerja di jaringan Hino," bebernyaa.

Tahun depan (2027) pihaknya menargetkan menyerap 200 lulusan. "Angka ini tidak banyak dan tidak sedikit, Tapi dengan perkembangan bisnis Hino ke depan kita membutuhkan tenaga-tenaga mekanik muda mulai dari inspeksi armada sampai perawatan kendaraan milik pelanggan Hino," kata Pieter Andre.

Dalam skema kerjasama HIPS, Hino menitipkan kurikulum Hino ke SMK mitra agar pembelajaran di SMK bisa mendekatkan dengan perkembangan teknologi otomotif terkini. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teknologi kendaraan ringan saja.

"Selain itu kami juga memberikan alat kerja praktik ke semua SMK yang menjadi mitra Hino. Ini strategi paling efisien me-link dan match-kan antara kebutuhan terhadap SDM kompeten dengan kebutuhan sektor industri. agar lulusan SMK bisa memenuhi standar kebutuhan industri," sebutnya.

Menurutnya, skema kerjasama semacam ini akan saling memberikan manfaat antara sekolah SMK dan Hino sebagai sektor industri.

"Pertumbuhan bisnis afters sales Hino naik eksponensial. Sebelum Covid, jumlah mekanik hino baru mencapai 800-an orang, seatang sudah 2.000-an orang karena populasi armada Hino semakin banyak, sehingga membutuhkan orang-orang yang bisa merawatnya," papar Pieter Andre.

Pengalaman SMKN 1 Singosari Jalankan Program HIPS

Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari Sumijah SPd MSi, salah satu SMK Negeri mitra program HIPS mengatakan sekolahnya sangat terbantu oleh dukungan kurikulum terkini dari Hino yang diadopsi di sekolahnya untuk mendukung pembelajaran siswa.

Begitu juga dukungan peralatan belajar dari Hino agar siswa di SMK-nya mendapatkan update pengetahuan teknologi terkini kendaraan diesel.

"Program HIPS Jelas Hino ini sangat menunjang pembelajaran di SMK kami. Sebanyak 76 lulusan SMK 1 SIngosari sudah lulus dan direkrut beekrja di banyak daerah di Indonesia," sebut Sumijah.

Ketika kerjasama program HIPS ini disepakati dengan pihak Hino, SMK-nya langsung melakukan penyelarasan kurikulum. "Karena ada keterbatasan pemerintah dalam memebrikan bantuan alat belajar, dari Hino kami menerima bantuan sarana dan prasarana satu unit truk Dutro. Juga engine-engine yang kami butuhkan serta bantuan komponen yang dibutuhkan siswa-siswi kami," kata Sumijah.

Dia menambahkan, para guru di SMK-nya juga bisa meningkatkan pengetahuan untuk menyiapkan materi pembelajaran ke siswa.

Mekanik Lulusan HIPS Dukung Uptime Armada Pelanggan

Christian Hemasurya, Direktur PT Duta Cemerlang Motors, jaringan diler resmi Hino di Jawa Tengah mengaku sangat terbantuk oleh pasokan tenaga mekanik muda Hino lulusan program HIPS ini. Ini karena dukungan uptime armada pelanggan Hino di Jawa Tengah terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya populasi kendaraan Hino yang dioperasikan pelanggan.

"Dengan adanya program HIPS kita bisa shortcut, bisa mendapatkan mekanik junior setara di HMSI dengan masa traning yang kita lakukan 3 bulan saja. Ini masa training mereka jauh lebih pendek katena jarena selama ini setiap kita merekrut tenaga mekanik baru (di luar lulusan SMK program HIPS), kami harus memberikan training selama satu tahun," kata Christian.

Pieter Andre menekankan, strategi menjalin kerjasama pendidikan vokasi dengan SMK ini akan terus dijalankan secara berkesinambungan karena akan turut mendukung uptime armada Hino milik para pelanggan. Hal utamanya di sektor transportasi untuk memaksimalkan uptime armada. Peran ini dijalankan mekanik untuk menjaga zero down time," ujarnya.


Strategi Jitu Hino Gerakkan Transportasi Negeri Lewat Program Vokasi|Dok. Mobilitas.id|

Karena itu saat ini dan ke depan, program kemitraan HIPS akan terus ditingkatkan ke beberapa wilayah. "Tidak hanya kita pusatkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur saja," kata dia.

Pihaknya mendapatkan referensi SMK untuk mitra kerjasama HIPS ini berdasar referensi dan rekomendasi dari jaringan diler resmi Hino di berbagai daerah.

"Tahun 2026 ini dari 7 SMK bertambah menjadi 8 SMK. Ada kebtuhan tenaga mekanik yang tinggi dari diler di Sumatera, Kalimahtan dan Indonesia Timur. Karena itu, jumlah SMK-nya setiap tahun akan kita tambah," kata Pieter.

"Kita lakukan seleksi, siswa SMK yang masuk kelas Hino basic knwoledge-nya harus bagus. Harus punya pengetahuan di bidang otomotif. Seleksinya kita serahkan ke sekolah. Kita juga pastikan dari sisi mentalnya siap. Anak yang masuk ke kelas Hino kita libatkan peran orangtua, bahwa lulusan dari sini anak akan siap ditempatkan bekerja di mana saja. Kita juga ada syarat kesehatan dan tes buta warna," kata Pieter Andre soal seleksi calon siswa di Kelas Hino pada program HIPS.

Setiap tahun pihaknya juga mengundang guru-guru SMK ke Hino untuk mendapatkan refreshment tentang upgrade teknologi Hino dan mendorong para menjadi upskilled. Materi dan metode kita berikan ke sekolah terkait materi update ini. Media praktik pembelajaran juga kita berikan ke sekolah. Juga soal problem-problem temuan kita, misal soal transmisi," beber Pieter Andre.

Direktur Sekolah Menengah kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah DR Arie Wibowo Khurniawan mendukung penuh program kemitraan pendidikan vokasi yang dijalin HMSI bersama sejumlah SMK di Indonesia.
Strategi ini menurutnya berguna untuk mengatasi tantangan Indonesia yang sedang menghadapi bonus demografi. "Tugas pendidikan vokasi, oleh undang-undang diberikan mandat agar kelebihan usia muda ini lulusannya bisa memiliki peran stategis, menjadi talenta siap kerja dan mampu beradaptasi dan menjawab kebutuhan sektor industri terutama sektor transportasi," kata Arie Wibowo.

Mengutip data Dukcapil, Gen Z saat mendominasi struktur demografi Indonesia. "Bonus demografi tidak secara otomatis memberi keuntungan bagi Indonsia tapi harus dikonversi menjadi generasi yang sehat dan kompeten serta bisa diterima dunia kerja. Kerjasama SMK dengan Hino ini peluang emas bagi dunia vokasi untuk menjalankan peran mencetak generasi terampil dan unggul," bebernya.

Dia menambahkan, sektor transportasi Indonesia di triwulan I 2026 ke triwulan II 2026 terus tumbuh. "Sektor manufaktur kita sekarang memasuki tahap ekspansi sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja vokasi yang semakin besar. Kita senang jika industri manufaktur kita terus ekspansi.

Menurutnya, sektor industri seperti industri otomotif kendaraan niaga yang digeluti HMSI, bisa menjadi co-desainer kurikulum pendidikan vokasi di Indonesia untuk menciptakan link and match dan memperpendek jarak antara pendidikan vokasi dengan sektor industri. Karena itu, pendidian vokasi siap jadi rantai pasok SDM di sektor industri termasuk manufaktur otomotif. (Nan/Aa)

A
Tim Redaksi
Penulis: Arif Arianto Editor:: Arif Arianto
📰 Update Terbaru