Jakarta, Mobilitas – Di Negeri Gajah Putih itu, merek mewah milik Build Your Dreams (BYD) ini membukukan anjloknya penjualan, baik di bulan Agustus saja maupun periode kumulatif Januari hingga Agustus 2026.
Data Federasi Industri Thailand (FTI) divisi otomotif yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Rabu (30/9/2026) menyebut selama periode Agustus saja mobil Denza yang terjual di Thailand sebanyak 76 unit. Jumlah tersebut anjlok 48,6 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sementara, selama delapan bulan pertama atau Januari - Agustus 2026 mobil Denza hanya laku sebanyak 914 unit. Total jumlah mobil yang terjual ini anjlok hingga 66,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Padahal di kurun waktu itu, total penjualan mobil (gabungan seluruh merek yang ada) di Thailand naik. Sepanjang Agustus sebanyak 62.204 unit melonjak 34,2 persen dan di periode Januari hingga Agustus sebanyak 492.527 unit melonjak 18,2 persen dibanding periode sama di tahun lalu.
Mirisnya, tren anjloknya penjualan di delapan bulan pertama itu juga terjadi di Indonesia. Sama seperti di Thailand di rentang waktu itu, pasar mobil di Indonesia juga tengah “mekar”.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (30/9/2026) menunjukkan total penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) mobil Denza di Indonesia selama Januari – Agustus 2026 sebanyak 3.001 unit. Jumlah ini anjlok 54,2 persen dibanding periode sama di tahun lalu.
Sementra, total penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen (penjualan ritelnya) sebanyak 2.905 unit. Total penjualan eceran ini anjlok hingga 52 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Padahal, total wholesales mobil di Tanah Air selama periode itu mencapai 599.491 unit, melonjak 20,1 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 499.315 unit. Sedangkan total penjualan ritelnya 594.984 unit, menanjak 13,9 persen dibanding Januari-Agustus 2025 yang masih 522.160 unit. (Din/Aa)

