Jakarta, Mobilitas – Anjloknya penjualan mobil murah ramah lingkungan alias Low Cost Green Car (LCGC) ini dipicu oleh beberapa hal dan bukan hanya semata-mata oleh perpindahan orang memilih mobil listrik. Perpindahan ke mobil setrum memang ada khususnya di kelompok konsumen kelas menengah bagian teratas dan kelas atas yang selama ini butuh mobil kedua, ketiga atau keempat.
"Perpindahan pilihan beli di kalangan atas itu didasari oleh pertimbangn harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang semakin mahal. Nah kalau melihat data profil konsumen LCGC yang masih aktif melakukan pembelian saat ini sebagian besar merupakan konsumen dari kelas menengah bagian lapisan teratas dan kelas atas. Mereka bukan kelompok first buyer (pembeli mobil untuk pertama kalinya), tetapi membeli untuk mobil kedua, ketiga atau keemapat untuk moblitas pendukung rumah tangga seperti antar anak sekolah, ke pasar dan lain-lain," papar analis industri di Indonesia Economy and Public Policy Stuides (IEPS), Ahmad Faisal Fanani, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Faisal, berbeda dengan kelompok lapisan menengah dan lapis pertama alias lapis terbawah di kelas menengah yang sensitif terhadap gejolak harga, kelompok lapisan teratas kelas menengah itu kebal terhadap isu harga. Dia menyebut berdasar riset yang dilakukan pihaknya, pembeli LCGC dari kelas menengah kelompok menengah dan bawah memang masih ada, tetapi bukan semata-mata untuk mobilitas pribadi harian, tetapi juga untuk taksi online.
"Kan kelas menengah kita banyak yang turun kelas, karena biaya hidup naik tetapi pendapatan tetap. Bahkan sebagian ada yang kena PHK. Jadi sedikit dri mereka yang beli mobil, LCGC sekalipun. Nah pembeli LCGC saat ini terbanyak itu kelas menengah lapis atas dn kelas atas. Kelas atas sendiri banyak juga yang pilih mobil listrik murah untuk mobil kedua, ketiga dan seterusnya ketimbang LCGC konvensional. Jadi itu penyebab turunnya penjualan LCGC," jelas Faisal.
Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (28/9/2026) menyebut di periode Januari–Agustus 2026 total penjualan grosir (wholesales) LCGC 74.308 unit. Jumlah ini anjlok 13,6 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang sebanyak 86.010 unit.
Sedangkan total penjualnnyal ke konsumen (penjualan ritelnya) sebanyak 80.244 unit. Jumlah penjualan eceran ini anjlok 9 persen dibanding periode Januari–Agustus 2025 yang sebanyak 88.366 unit. (Swe/Aa)

