Mobility

Setelah Kursi Listriknya Tewaskan Balita, Hyundai Recall 68.500 SUV Palisade

×

Setelah Kursi Listriknya Tewaskan Balita, Hyundai Recall 68.500 SUV Palisade

Share this article
Hyundai Palisade Calligraphy - dok.Hyundai Motors

Jakarta, Mobilitas – Hyundai Motors menarik (me-recall) lebih dari 68.000 unit dan mengentikan sementara penjualan stok yang ada SUV Palisade Limited dan Calligraphy di Amerika Serikat.

Dokumen penarikan produk di Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (21/3/2026) menyebut langkah itu dilakukan setelah seorang anak usia Bawah Lima Tahun (Balita) tewas meregang nyawa gegara kursi baris ketiga yang dapat dilipat secara otomatis digerakkan. Selain dalam kasus serupa dalam waktu terpisah, dua korban mengalai cidera.

Oleh karena itu Hyundi memutuskan untuk me-recall 68.500 model Palisade Limited dan Calligraphy tahun 2026, dan menghentikan sementara penjualan model sisanya. Mobil yng ditarik itu merupakan model tahun 2025 dan tahun 2026.

“Merupakan pelanggaran hukum federal bagi dealer jika menjual kendaraan apa pun ya.ng bermasalah dan termasuk dalam daftar penarikan kembali, tetapi belum diperbaiki,” bunyi keterangan dokumen NHTSA.

Logo Hyundai – dok.Istimewa via Georgia Public Broadcasting

Hyundai menyebut kursi yang bermasalah itu mengalami cacat poduksi dan dipadsok oleh perusahaan mitra. Pabrikan menyatakan akan segera melakukan pembaruan over-the-air (OTA), dan akan dilakukan mulai akhir Maret 2026.

Sekadar informasi, penarikan Hyundai Palisade tahun 2026 ini merupakan yang ketiga kalinya di periode 2025/2026. Sebab, 18 September 2025 Hyundai Motor menarik kembali 568.580 unit Palisade di AS, gegara gesper sabuk pengaman yang mungkin tidak terpasang dengan benar saat terjadi kecelakaan.

Sementara, sebelumnya pada Mei 2025, Hyundai juga melakukan penarikan 620 unit SUV Hyundai Palisade. Gegaranya, SUV tersebut berpotensi mengalami kebakaran. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id