Mobility

Industri Mobil Listrik Cina Diguncang Isu Praktik Battery Lock yang Resahkan Konsumen

×

Industri Mobil Listrik Cina Diguncang Isu Praktik Battery Lock yang Resahkan Konsumen

Share this article
Ilustrasi pengecasan baterai mobil listrik - dok.IamNew York

Beijing, Mobilitas – Industri kendaraan listrik Cina diguncang isu kontroversi praktik battery lock yang diduga melibatkan sejumlah pabrikan besar. Battery lock adalah praktik menonaktifkan baterai secara elektronik alias membatasi pemanfaatan baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik.

Umumnya, praktik tersebut dilakukan oleh produsen kendaraan dengan menggunakan pembaruan Over-the-Air (OTA) dari jarak jauh. Tujuannya untuk membatasi kapasitas baterai yang dapat digunakan, mengurangi jangkauan , hingga mengurangi waktu proses pengisian daya, namun tanpa persetujuan konsumen.

Laporan TechNode, Sino Auto, dan CarNewsChina yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (12/5/2026) menyebut investigasi terhadap isu praktik battery lock di mobil listrik ini telah dilkukan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Republik Rakyat Cina sejak awal Mei 2026.

“Investigasi dilakukan setelah pengaduan terkait penyesuaian jarak jauh terhadap parameter sistem manajemen baterai (BMS) yang dilayangkan pemilik mobil listrik meningkat 273 persen dari tahun ke tahun per Maret 2026 lalu,” tulis dua media itu.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.Istimewa via Whichcar

Konsumen melaporkan pengurangan jangkauan mobilnya cukup signifikan. Disebutkan mobil mereka yang dalam uji daya jangkau berdasar CLTC dikethui memiliki daya jelajah sejauh 500 kilometer sekali isi baterai. Namun setelah pembaruan software OTA daya jangkau mobil turun di bawah 300 kilometer.

Data dari platform pengaduan konsumen Cina, pada Maret 2026 mencatat lebih dari 12.000 keluhan terkait isu serupa, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan pengaduan tersebut sontak memantik perhatian media resmi pemerintah Cina, CCTV untuk menyorotinya.

Meski beberapa perusahaan dilaporkan sedang diselidiki, pabrikan besar seperti BYD dan Xpeng membantah menjadi bagian dari kelompok yang dipanggil. Begitu pula dengan Nio, Zeekr, GAC Aion, dan Li Auto juga memberikan bantahan serupa terkait dugaan keterlibatan dalam praktik tersebut.

Sedangkan Tesla menegaskan bahwa seluruh pembaruan perangkat lunak kendaraan mereka telah melalui proses pengujian dan regulasi ketat sebelum dirilis. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id