Bisnis

Hingga April 2026 Merek Cina Gerogoti Pasar Mobil Jepang di Indonesia, Ini Buktinya

×

Hingga April 2026 Merek Cina Gerogoti Pasar Mobil Jepang di Indonesia, Ini Buktinya

Share this article
Jaecoo J7 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Hasil riset Analis MNC Sekuritas Muhammad Rudy Setiawan menyebut hingga awal tahun 2026, khususnya di periode Januri hingga April 2026 telah terjadi pergeseran struktural penguasaan pasar mobil di Indonesia. Meski merek-merek asal Jepang masih mendominasi, namun pangsa pasar mereka telah digerogoti merek asal Cina.

Hasil riset yng dirilis 26 Mei 2026 yang disitat Mobilitas di Jakarta, Minggu (31/5/2026) menyebut selama empat bulan pertama 2026 itu, merek-merek mobil asal Republik Rakyat Cina – yang kini jumlahnya 19 merek (termasuk merek asal Inggris, Morris Garage yang diakuisisi SAIC Motor Cina tahun 2007 dan mobil asal Cina yang berlabel lokal Polytron), penguasaan pangsa pasarnya melonjak dibanding periode sama di 2025.

“Jika di periode Januari – April 2025, pangsa pasar merek mobil asal Cina secara keseluruhan baru 10-11 persen, kini di periode yang sama pada tahun 2026 ini telah mencapai 17-18 persen,” ungkap Rudy Setiawan dalam hasil risetnya itu.

Menurut Rudy, perubahan struktural penguasaan pangsa pasar itu paling kentara terjadi di pasar kendaraan penumpang. Penyebanya, terutama akibat meningkatnya penetrasi kendaraan elektrifikasi, semakina bertambah banyaknya merek asal Cina berikut model yang ditawarkan.

Ilustrasi, BYD M6 – dok.Mobilitas

“Kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan hybrid (HEV) kini menjadi sumber utama pertumbuhan volume baru di pasar otomotif domestik. Dan kendaraan jenis ini banyak ditawarkan oleh merek-merek asal Tiongkok (Cina),” jelas Rudy.

Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Minggu (31/5/2026) menunjukkan hingga akhir April 2026 ada 19 merek mobil asal Cina yang berjualan di Indonesia. Penjualan eceran mobil mereka dari dealer ke konsumen alias penjualan ritelnya ada yang msih meroket, tetapi ada pula yang jeblok dibanding periode Januari – April 2025.

Berikut data penjualan ritel mereka:
BYD: 16.539 unit
Jaecoo: 10.936 unit
Wuling: 5.221 unit
Geely: 4.143 unit
Chery: 14.490 unit
Aion: 2.573 unit
Denza: 1.294 unit
GWM: 1.053unit
Jetour: 822 unit
MG: 535 unit
Xpeng: 718 unit
Dongfeng (DFSK) : 406 unit
FAW: 347 unit
BAIC: 251 unit
Polytron: 199 unit
Aletra: 154 unit
Changan: 163 unit
Maxus: 108 unit
Neta: 92 unit
Sumber: Gaikindo, 2026. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id