Bisnis

Meski Pasar Nyaris Tak Beranjak, Penjualan BYD di Jepang Januari – Mei 2026 Masih Melonjak

×

Meski Pasar Nyaris Tak Beranjak, Penjualan BYD di Jepang Januari – Mei 2026 Masih Melonjak

Share this article
BYD Racco - dok.BYD

Tokyo, Mobilitas – Build Your Dreams (BYD) resmi masuk pasar kendaraan penumpang di Jepang pada Juli 2022, tetapi mulai menjual mobil listriknya sejak tahun 2023. Produsen mobil asal Shenzhen, Guangdong, Republik Rakyat Cina ini terus agresif di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Di masa awal, BYD menyodorkan Atto 3, Dolphin, dan Seal. Namun di penghujung tahun 2025, BYD langsung merangsek segmen pasar mobil Jepang yang paling “gemuk,” yakni kei car alias model mobil mungil.

Segmen pasar mobil ini di Jepang diatur secara kett karena mendapatkan insentif dari pemerintah. Mulai dari dimensi ukuran kendaraan, performa mesin atau sumber tenaga mobil , hingga skema perpajakannya.

Segmen kei car menjadi tulang punggung pasar mobil di Jepang karena efisien dan sesuai dengan kondisi perkotaan yang padat. Oleh karena itulah di ajang Japan Mobility Show (JMS), 4 Nov 2025, BYD meluncurkan mobil listrik mungil BYD RACCO dan seri penumpang seperti Atto 3.

Peluncuran mobil listrik BYD Atto 3 di Jepang pada Januari 2023 – dok.Istimewa via ElectricBlue.Asia

Penjualan mobil merek ini semakin melonjak dengan kehadiran model tersebut. Termasuk di tahun 2026 ini – pada periode Januari hingga Mei – penjualan mobil BYD masih melonjak, meski pasar mobil di Jepang berat menghadapi tantangan dan nyaris tak bergerak.

Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) dan Asosiasi Pabrikan Mobil Jepang (JAMA) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (9/4/2026) menyebut, sepanjang Januari – Mei atau lima bulan pertama 2026, BYD Jepang membukukan penjualan sebanyak 1.850 unit. Jumlah itu melonjak 54,8 persen dibanding penjualan selama periode sama di tahun 2025.

Sementara, di saat yang sama, total penjualan mobil (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada) di Negeri Para Samurai itu sebanyak 1.960.306 unit. Jumlah tersebut naik super tipis 0,4 persen alias nyaris tak beranjak dibanding Januari – Mei 2025. (Din/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id